Ntvnews.id
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk program diskon transportasi yang mencakup berbagai moda.
Diskon diberikan sebesar 30 persen untuk angkutan laut, 17–18 persen untuk angkutan udara, serta 30 persen untuk kereta api.
Bahkan, untuk kapal penyeberangan, pemerintah memberikan diskon hingga 100 persen.
Kebijakan ini menjangkau jutaan penumpang, dengan estimasi penerima mencapai 445 ribu pengguna angkutan laut, 3,3 juta penumpang pesawat, 1,2 juta penumpang kereta api, dan 2,4 juta pengguna kapal penyeberangan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 April 2026, diskon tersebut berdampak langsung pada penurunan inflasi di sektor transportasi. Angkutan laut mencatat deflasi sebesar 7,45 persen, angkutan udara turun 4,01 persen, kereta api turun 3,18 persen, dan kapal penyeberangan turun 3,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan ini berbanding terbalik dengan rata-rata inflasi pada tahun-tahun sebelumnya yang cenderung meningkat saat periode Lebaran.
Tingginya mobilitas masyarakat juga terlihat dari data Kementerian Perhubungan pada periode 13–29 Maret 2026.
Baca Juga: KAI Laporkan Warga yang Blokir Rel Kereta di Lampung ke Polisi
Jumlah pengguna transportasi mencapai jutaan orang, dengan 7,31 juta penumpang kereta api, 5,52 juta pengguna kapal penyeberangan, 4,47 juta penumpang pesawat, dan 2,02 juta pengguna angkutan laut.
Hal ini menunjukkan bahwa diskon tarif turut mendorong peningkatan aktivitas perjalanan selama Lebaran.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menegaskan bahwa kebijakan ini efektif dalam menekan inflasi.
Ia mengatakan, “Komoditas transportasi mengalami deflasi atau meredam inflasi seiring dengan penerapan stimulus ekonomi berupa diskon tarif transportasi di masa Lebaran 2026.”
Berikut Infografiknya:
Langkah pemerintah memberikan diskon transportasi pada Februari 2026 membuahkan hasil manis. Intervensi ini efektif meredam gejolak harga dan menjaga stabilitas inflasi nasional di tengah tingginya mobilitas masyarakat di masa Lebaran. (Antara)
Langkah pemerintah memberikan diskon transportasi pada Februari 2026 membuahkan hasil manis. Intervensi ini efektif meredam gejolak harga dan menjaga stabilitas inflasi nasional di tengah tingginya mobilitas masyarakat di masa Lebaran. (Antara)