Ntvnews.id , Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait kejanggalan pemberian rating Indonesia Game Rating System (IGRS) pada sejumlah gim di platform Steam yang menuai sorotan publik.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, mengakui adanya ketidaksesuaian antara rating usia dengan konten gim.
Salah satu contohnya adalah gim PUBG yang mendapat rating 3+, sementara Upin Ipin Universe justru diklasifikasikan untuk usia 18+.
"Ini sangat aneh menurut kami dan sangat janggal makanya kami melakukan investigasi ini untuk menentukan apa sebenarnya permasalahannya baik di internal Komdigi maupun di eksternal dari pihak Steam," kata Sonny di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Baca Juga: Istana Sebut Prabowo Sedang Menghindari Batasi Game Online, Contohnya PUBG
Ia menambahkan, investigasi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas, asosiasi, dan pelaku industri.
Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar masalah dalam sistem klasifikasi tersebut.
"Jadi sudah tidak ada lagi rating yang janggal dan aneh itu. Sudah di take down oleh Steam sambil mereka melakukan investigasi internal mereka," ujar Sonny.
IGRS sendiri merupakan sistem klasifikasi usia resmi di Indonesia yang menetapkan kategori seperti 3+, 7+, 13+, 15+, hingga 18+.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi Sonny Hendra Sudaryana saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat pada Selasa (7/4/2026). ANTARA/Farhan Arda Nugraha/pri. (Antara)
Sistem ini dirancang untuk melindungi konsumen serta membantu orang tua dalam memilih gim yang sesuai bagi anak.
Sonny menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan ketidaksesuaian ini berlarut-larut.
“Kita tidak boleh lagi membiarkan kondisi di mana lebih dari 10 tahun, konsumen dan industri tidak mendapatkan perlindungan dan kepastian yang memadai dalam hal rating usia,” tegasnya.
Baca Juga: Kemkomdigi Akan Bahas Rating Gim IGRS dengan Steam
Kemkomdigi juga berkomitmen untuk memperbaiki penerapan IGRS, baik dari sisi sistem maupun kepatuhan terhadap regulasi, agar lebih efektif dan mudah dipahami masyarakat.
“Jadi di produk digital yang dijual dan didistribusikan di Indonesia harus ada takarannya dan itu kita sederhanakan (sederhanakan) menjadi rating sehingga orang tua bisa memastikan anaknya bermain gim dengan rating yang sesuai dengan umurnya,” kata Sonny.
“Jadi di produk digital yang dijual dan didistribusikan di Indonesia harus ada takarannya dan itu kita sederhanakan (sederhanakan) menjadi rating sehingga orang tua bisa memastikan anaknya bermain gim dengan rating yang sesuai dengan umurnya,” kata Sonny.
(Sumber: Antara)
Komdigi menginvestigasi kejanggalan rating Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam. (Steam)