IHSG Dibuka Menguat ke 7.645 di Tengah Pasar Cermati Negosiasi AS–Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 11:05
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Karyawan memantau pergerakan harga saham di salah satu kantor perbankan di Jakarta. Ilustrasi - Karyawan memantau pergerakan harga saham di salah satu kantor perbankan di Jakarta. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/aa.)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi 17 April 2026 bergerak menguat di tengah pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG dibuka menguat 24,43 poin atau 0,32 persen ke posisi 7.645,81. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,16 poin atau 0,15 persen ke posisi 758,48.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.500- 7.850. Potensi menguat ada namun terbatas,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya.

Dari mancanegara, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika telah mencapai kesepakatan dengan Iran, dan pembicaraan akan berlanjut pada akhir pekan.

Baca jugaIHSG Kamis Dibhka Menguat ke 7.663, Pasar Sambut Sinyal Meredanya Konflik AS-Iran

Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. IHSG perdagangan sesi I ditutup melemah 442,44 poin atau 5,31 persen ke posisi 7.887,16, dengan k <b>(Antara)</b> Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. IHSG perdagangan sesi I ditutup melemah 442,44 poin atau 5,31 persen ke posisi 7.887,16, dengan k (Antara)

Namun, Trump mengklaim tanpa bukti, bahwa Iran telah setuju untuk menyetujui persyaratan nuklir dan menyerahkan material nuklir, termasuk untuk tidak memiliki senjata nuklir, serta akan melakukan pembukaan Selat Hormuz.

Selain itu, Trump menyetujui Israel dan Lebanon untuk melakukan gencatan senjata selama 10 hari untuk meredakan ketegangan yang lebih luas di kawasan. Trump akan mengundang Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk berdiskusi dalam kurun waktu sepekan mendatang.

Dari kawasan Eropa, tekanan inflasi mulai bergerak ke atas akibat konflik di kawasan Timur Tengah, yang telah mendorong kenaikan harga energi global.

Sehingga, proyeksi pemangkasan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) telah berubah, dari sebelumnya pemangkasan sebanyak dua kali pada 2026, sekarang berpotensi mengalami kenaikan apabila inflasi tidak kunjung stabil.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut S&P Global mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB (investment grade)dengan outlook stabil, mencerminkan risiko gagal bayar yang relatif rendah.

Secara makro, Nico menilai keputusan S&P menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan Indonesia karena menjaga kepercayaan investor global, khususnya investor institusi yang mensyaratkan ratinginvestment grade.

“Stabilnya rating juga berpotensi menahan kenaikan yield obligasi pemerintah (SBN), sehingga biaya pendanaan negara tetap terjaga di tengah tekanan global,” ujar Nico.

Dari sisi pasar modal, Nico menyebut hal itu akan mendukung capital inflow ke saham dan obligasi, terutama apabila dikombinasikan dengan tren fiskal yang disiplin dan pertumbuhan ekonomi yang membaik.

Ilustrasi - Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, 27 Januari 2026, ditutup melemah 154,57 atau 1,87 persen ke  <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, 27 Januari 2026, ditutup melemah 154,57 atau 1,87 persen ke (Antara)

Baca jugaIHSG Rabu Dibuka Naik ke Level 7.750 di Awal Perdagangan

“Sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan dan properti bisa mendapat sentimen positif karena ekspektasi stabilitas biaya dana,” ujar Nico.

Namun demikian, Nico menyebut catatan S&P terkait rasio pembayaran bunga utang yang masih di atas 15 persen akan menjadi risiko jangka menengah.

“Jika tidak diimbangi dengan peningkatan penerimaan negara yang berkelanjutan, bisa membatasi ruang fiskal pemerintah ke depan,” ujar Nico.

Pada perdagangan Kamis (16/4), bursa saham Eropa bergerak variatif, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,04 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,29 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,36 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,14 persen.

Sementara itu, bursa AS Wall Street kompak menguat pada Kamis (16/4), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,24 persen ke 48.578,72, indeks S&P 500 menguat 0,26 persen ke 7.041,28, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,36 persen ke 24.102,70.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 576,34 poin atau 0,97 persen ke 58.942,00, indeks Shanghai melemah 15,04 poin atau 0,37 persen ke 4.040,50, indeks Hang Seng melemah 254,76 poin atau 0,97 persen ke 26.139,50, indeks Kuala Lumpur melemah 1,26 poin atau 0,07 persen ke 1.688,45, dan indeks Strait Times melemah 12,75 poin atau 0,25 persen. (Sumber: Antara)

x|close