Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka hadir dan turut memeriahkan acara Kartini Leaders Fest yang digelar oleh Nusantara TV, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam acara ini para perempuan hebat bersatu dan berdiskusi sebagai bentuk perayaan dan mengenang ketangguhan R.A Kartini sebagai seorang pahlawan yang telah memperjuangkan kesetaraan perempuan khususnya dalam bidang pendidikan.
"di Indonesia perempuan-perempuan yang luar biasa sekaligus juga bisa memanfaatkan boros demografi, yang satu juga ada di dalam masa boros demografi, dan kalau misalnya hanya laki-laki saja, dan perempuan yang tidak bisa berpartisipasi dalam kemanfaatan demografi, maka misalnya kesempatannya akan lebih berat, kesempatan ekonomi, kesempatan pekerjaan perempuan masing-masing," tutur Isyana Bagoes Oka di NT Tower, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Pemberdayaan perempuan di Indonesia kini telah mencapai level yang signifikan, namun tantangan mengenai pemerataan akses dan kesempatan masih menjadi fokus utama. Kunci utama dari kemajuan ini bukan sekadar partisipasi, melainkan bagaimana perempuan memiliki hak penuh atas pilihan hidup dan cita-citanya.
Baca Juga: Lina Tampubolon: Kartini Leaders Fest Hadir Perkuat Peran Perempuan untuk Masa Depan Bangsa
Dalam sebuah pernyataan terbaru, ditekankan bahwa perasaan memiliki akses adalah fondasi penting agar perempuan Indonesia bisa menjadi apa pun yang mereka impikan.
"Yang paling penting sebetulnya adalah perasaan akses agar memiliki perempuan-perempuan yang bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi apa pun yang mereka mau dan mereka cita-citakan," ungkap pernyataan tersebut.
Keikutsertaan perempuan dalam pembangunan juga berkaitan erat dengan tantangan "Bonus Demografi" yang sedang dihadapi Indonesia. Jika pembangunan hanya mengandalkan partisipasi laki-laki, maka beban ekonomi dan pencapaian target nasional akan menjadi lebih berat.
Keterlibatan perempuan di berbagai sektor ekonomi dan pekerjaan sangat krusial. Tanpa partisipasi aktif dari kaum perempuan, Indonesia dikhawatirkan akan kehilangan momentum emas dalam memanfaatkan ledakan usia produktif ini. Oleh karena itu, program-program yang mendukung perempuan, mulai dari tingkat anak-anak hingga program yang melibatkan peran ayah, menjadi sangat relevan untuk membangun ekosistem yang suportif.
Baca Juga: Ketua OJK Apresiasi Kartini Leaders Fest 2026 di Nusantara TV, Soroti Peran Perempuan dalam Ekonomi
Salah satu poin paling kuat yang disampaikan adalah mengenai kedaulatan perempuan atas pilihannya sendiri. Pemberdayaan bukan berarti memaksa perempuan untuk bekerja, melainkan memberikan ruang agar mereka bisa memilih tanpa tekanan.
"Tujuannya supaya perempuan bisa memilih, apakah dia akan bekerja atau tidak. Kita tidak akan mempertanyakan hal itu, tetapi yang paling penting adalah dia memiliki kemampuan untuk memilih dan mewujudkan keinginannya sendiri." jelas Isyana Bagoes Oka.
Di era digital ini, teknologi menjadi jembatan bagi perempuan untuk melampaui batasan. Kehadiran platform teknologi seperti "PAPU" disebut sebagai salah satu solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di rumah. Inovasi semacam ini diharapkan dapat terus mendampingi perjalanan hidup perempuan Indonesia dalam mencapai kemandirian.
Baca Juga: Hadiri Kartini Leaders Fest, Wamenpar Ni Luh Puspa Dorong Perempuan Berani Ambil Posisi Pemimpin
Menutup pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak yang sama untuk bermimpi setinggi langit.
"Kita sebagai warga Indonesia harus mampu untuk bermimpi dan memiliki keberanian untuk melaksanakannya." sahutnya.
Dengan adanya dukungan akses, teknologi, dan ekosistem yang inklusif, perempuan Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi penggerak utama kemajuan bangsa di masa depan.
Isyana Bagoes Oka (NTVNews)