Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada tahun 2029.
Airlangga menjelaskan, target pertumbuhan tersebut akan didorong oleh penguatan sejumlah sektor utama yang menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
Salah satunya sektor jasa yang diharapkan mampu memperkuat kinerja sektor keuangan serta mendorong pertumbuhan pariwisata, digitalisasi, ekonomi kreatif, hingga gig economy.
"Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di tahun 2029 dengan trajektori 5,4 persen melalui sektor penggerak antara lain sektor jasa yang tentunya memperkuat sektor keuangan, pariwisata, digitalisasi, ekonomi kreatif maupun gig economy," ucap Airlangga dalam sambutan pembukaan Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026 yang digelar pada Rabu, 4 Februari 2026.
Baca juga: Nusantara Economic Outlook 2026: Airlangga Ungkap Strategi Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
Selain sektor jasa, pemerintah juga terus mendorong penguatan sektor manufaktur sebagai penopang utama perekonomian.
Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan downstreaming atau hilirisasi industri, revitalisasi industri padat karya, serta pengembangan industri yang berorientasi ekspor.
Menurut Airlangga, strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.
"Kemudian sektor manufaktur terus didorong untuk mengandalkan baik downstreaming atau hilirisasi, kemudian revitalisasi industri padat karya dan industri berorientasi ekspor," ungkapnya.
Airlangga menambahkan, sepanjang 2025 pemerintah telah menggelontorkan stimulus senilai Rp101 triliun dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi.
Memasuki kuartal I 2026, pemerintah kembali menyiapkan stimulus tambahan, terutama untuk mendukung mobilitas dan konsumsi masyarakat periode lebaran 2026.
"Pemberian stimulus ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di kuartal pertama 2026," jelas Airlangga.
Baca juga: NEO 2026 Dorong Hilirisasi Jadi Penggerak Ketahanan Ekonomi Nasional
Stimulus tersebut berupa diskon tarif transportasi, mulai dari kereta api pada 14–29 Maret 2026, angkutan laut pada 11 Maret–5 April 2026, penyeberangan pada 11–31 Maret 2026, serta penerbangan pada 14–29 Maret 2026. Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif tol.
Selain itu, kebijakan stimulus ini diperkuat dengan penerapan skema Work From Anywhere (WFA) baik untuk sektor publik maupun swasta.
Di sisi perlindungan sosial, pemerintah melanjutkan penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama Februari dan Maret 2026.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di acara Nusantara Economic Outlook 2026 (NTV)