Pihak Ruben Onsu Sebut Isu Teror Debt Collector ke Sarwendah Diduga Hanya Drama Semata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jul 2026, 10:16
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Minola Sebayang kuasa hukum Ruben Onsu Minola Sebayang kuasa hukum Ruben Onsu (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, angkat bicara terkait isu adanya sejumlah orang yang diduga sebagai debt collector yang mendatangi kediaman kliennya. Minola menegaskan bahwa kehadiran orang-orang tersebut patut dipertanyakan keabsahannya karena tidak sesuai dengan prosedur perbankan yang lazim.

Menurut Minola, pihak bank tidak memiliki prosedur mengirimkan penagih utang (debt collector) ke rumah nasabah jika menyangkut masalah kredit macet properti atau rumah. Ia menjelaskan adanya perbedaan mendasar antara prosedur penagihan kendaraan bermotor dengan aset tidak bergerak seperti rumah.

"Debt collector itu tidak akan pernah dikirim oleh bank kalau itu berkaitan dengan masalah kredit macet (rumah). Kalau kendaraan atau mobil, mungkin masih ada karena di dalam kontrak leasing biasanya ada kuasa untuk menarik kendaraan," ujar Minola, 21 Juli 2026.

Ia menekankan bahwa untuk urusan rumah yang mengalami kendala cicilan, prosedur yang ditempuh adalah jalur hukum, bukan pengerahan massa.

"Pernah nggak ada debt collector datang ke rumah orang untuk menarik rumah? Nggak ada. Pasti prosesnya melalui mekanisme hukum, seperti lelang. Jadi bukan dengan debt collector," tegasnya.

Minola juga menyoroti jumlah orang yang dilaporkan berkeliaran di sekitar rumah Ruben. Ia menilai hal tersebut tidak masuk akal dan diduga sengaja diciptakan untuk membentuk narasi atau framing tertentu yang menyudutkan kliennya.

Baca Juga:Ruben Onsu Resmi Gugat Hak Asuh Anak: Singgung Dugaan Eksploitasi dan Lingkungan Tidak Aman

"Mau 15 orang, 20 orang, bahkan 500 orang pun, buat apa debt collector keliling-keliling di rumah? Rumahnya kan nggak akan ke mana-mana, dan sertifikatnya pun sedang dijaminkan. Jadi kalau ada apa-apa, ya panggil orang yang berhutang," lanjut Minola.

Lebih lanjut, Minola mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihak bank tidak pernah memanggil Ruben Onsu untuk melakukan negosiasi, restrukturisasi, atau memberikan peringatan terkait masalah kredit. Oleh karena itu, ia mencurigai adanya oknum yang sengaja menggunakan isu ini sebagai alat drama.

Sebagai figur publik, Minola menyebut Ruben Onsu adalah sosok yang sangat mudah dicari. Jika memang ada niat baik dari pihak penagih atau pihak terkait untuk menyelesaikan urusan piutang, mereka seharusnya mendatangi Ruben di tempat kerja atau menghubungi secara resmi, bukan dengan cara meneror rumah.

"Ruben bukan orang yang susah ditemuin. Dia public figure, semua orang tahu di mana dia kerja setiap hari. Jadi nggak usah pakai akal-akalan drama kirim orang seolah-olah debt collector keliling rumah," ucap Minola.

Minola meluruskan dan menyebut bahwa alasan ketakutan untuk tinggal di rumah karena adanya debt collector adalah hal yang berlebihan.

"Kalau akhirnya itu dijadikan alasan tidak berani lagi tinggal di tempat itu karena kondisi seperti ini, ini lebay banget kalau menurut kami. Kami menduga ini hanya upaya untuk mem-framing situasi," pungkasnya.

x|close