Ntvnews.id, Jakarta - Sarwendah akhirnya mengeluarkan unek-unek dan rasa sedihnya, saat membahas soal nasib anak. Mantan personel Cherrybelle ini tak kuasa membendung air mata saat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan dan kondisi psikologis anak-anaknya di tengah huru-hara pemberitaan serta opini publik yang selama ini terjadi.
Sambil terisak, Sarwendah menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini hanyalah menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya, terutama karena ia memiliki anak perempuan yang akan tumbuh besar dan melihat rekam jejak digital orang tuanya.
"Sebagai ibu dari awal, sebagai seorang ibu yang punya anak, apalagi anak saya juga perempuan. Saya pastinya maunya yang terbaik buat anak-anak saya," ujar Sarwendah menahan tangis, 22 Juli 2026.
Ia mengaku sangat menghindari kemungkinan anak-anaknya melihat perselisihan atau narasi negatif mengenai dirinya di masa depan. Untuk itu, Sarwendah kini fokus untuk bekerja keras demi menghidupi buah hatinya secara mandiri.
"Saya nggak mau nanti ketika mereka besar, mereka melihat seperti ini. Saya juga akan berusaha, biar selama ini juga saya berusaha untuk menghidupi mandiri anak-anak saya. Jadi doakan saja semuanya jadi jauh lebih baik. Doakan saya sehat supaya saya bisa menjaga anak-anak saya," lanjutnya.
Di sisi lain, suasana sempat memanas saat kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, memberikan pernyataan tegas yang ditujukan kepada pihak lawan. Chris memberikan peringatan kepada pihak RO agar berhenti menggiring opini yang menyudutkan kliennya.
"Mungkin ini buat masukan juga kepada bosnya RO, bahwa semakin ibunya anak-anak ini terus dipojokkan, ya disakiti, kita sebagai seorang anak pasti akan membela mati-matian lah ibu kita ya," tegas Chris Sam Siwu.
Chris mengingatkan bahwa tindakan memutarbalikkan fakta dapat berdampak buruk pada hubungan anak-anak dengan sosok yang menyudutkan ibu mereka. Menurutnya, anak-anak memiliki ikatan batin yang kuat dan akan selalu berpihak pada sang ibu jika melihat ibunya terus-menerus disakiti.
"Jadi hati-hati juga kalau nanti terus-terusan ya diframing, dibalikkan, diputarbalikkan sesuatu yang nggak bener, ya membuat klien kami terus menangis dan anak-anaknya melihat. Anak-anak ini juga makin tidak sayang nanti dengan orang yang memojokkan klien kami," tambahnya lagi.
Kuasa hukum Sarwendah meminta agar semua pihak menghentikan kegaduhan di ruang publik. Ia menyarankan agar persoalan hak asuh anak maupun harta gana-gini diselesaikan melalui jalur hukum yang semestinya, bukan melalui penggiringan opini di media sosial atau massa.
"Jadi tolong sudahlah ya framing-framing, penggiringan opini yang menurut saya tidak pas ya, yang dilakukan oleh pihak-pihak manapun juga, ya itu kasihan lah di klien kami ujungnya," kata Chris.
Ia juga menantang pihak lawan jika ingin membahas lebih lanjut mengenai pembagian harta, agar dilakukan melalui gugatan resmi.
"Untuk hak asuh sudah ada ranahnya, nanti terkait gono-gini yuk kita ada ranahnya lagi, monggo silakan kita buka lagi mungkin dengan gugatan gono-gini silakan ya," pungkasnya.
Baca Juga: Pihak Ruben Onsu Sebut Isu Teror Debt Collector ke Sarwendah Diduga Hanya Drama Semata
Sarwendah (NTVNews)