Perubahan Cuaca Tingkatkan Risiko Tipes, Dokter Ingatkan Masyarakat Jaga Kebersihan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 07:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi: Petugas memantau perkembangan analisis anomali suhu muka laut melalui layar monitor di Kantor Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026. Ilustrasi: Petugas memantau perkembangan analisis anomali suhu muka laut melalui layar monitor di Kantor Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang - Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Bintaro Yoppi Kencana mengingatkan masyarakat agar mewaspadai peningkatan risiko penyakit infeksi saat terjadi perubahan cuaca. Salah satu penyakit yang perlu diperhatikan adalah demam tifoid atau tipes yang menyerang saluran pencernaan akibat sanitasi lingkungan dan kebersihan pangan yang kurang terjaga.

Yoppi menjelaskan bakteri penyebab tipes dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Setelah masuk melewati lambung, bakteri tersebut berkembang biak dan menyerang usus halus.

"Usus halus merupakan organ vital untuk penyerapan nutrisi. Ketika bakteri Salmonella typhi menginfeksi dinding usus, timbul peradangan hebat yang mengganggu pencernaan dan memicu respons imunitas berupa demam tinggi serta rasa lemas ekstrem," kata Yoppi Kencana dalam keterangannya di Tangerang, Banten, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menyebut masih banyak masyarakat yang menganggap tipes sebagai penyakit ringan akibat kurang beristirahat. Padahal, infeksi bakteri tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani.

Baca JugaBPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Rutin Berolahraga Demi Cegah Penyakit

Peradangan yang berlangsung dapat merusak lapisan dinding usus halus. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan komplikasi seperti perdarahan saluran cerna hingga perforasi usus atau kebocoran pada dinding usus yang membutuhkan tindakan operasi darurat.

"Komplikasi paling bahaya adalah sepsis yakni kondisi berbahaya ketika infeksi bakteri menyebar luas ke dalam seluruh aliran darah," ujarnya.

Yoppi mengimbau masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi yang tidak merespons obat penurun panas, muntah terus-menerus hingga sulit menerima makanan atau cairan, nyeri perut hebat, dehidrasi berat, kebingungan, linglung, atau penurunan kesadaran.

"Ketika sudah alami demam dengan suhu tubuh meningkat perlahan disertai gangguan pencernaan hingga lemas, maka itu tanda butuh penanganan medis segera," tegasnya.

Baca JugaKemenkes Siapkan Kebijakan Deteksi Dini Penyakit Hati di Puskesmas Lewat Pelatihan Dokter Umum

Sebagai upaya pencegahan, masyarakat disarankan melakukan vaksinasi tifoid secara berkala setiap tiga tahun sekali. Selain itu, penting untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir minimal 20 detik sebelum makan serta setelah dari kamar mandi.

Masyarakat juga perlu memastikan air telah dimasak hingga mendidih, mengonsumsi makanan matang yang diolah secara bersih, menjaga pola makan teratur, memenuhi kebutuhan cairan sekitar dua liter per hari, mengelola stres, dan tidak menahan buang air besar.

"Pola hidup secara lahir dari kesadaran diri untuk hidup sehat. Dengan kondisi cuaca saat ini, perlu adanya saling edukasi untuk kesehatan bersama," katanya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close