Ntvnews.id, Jakarta - Polemik perebutan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah, pihak Sarwendah akhirnya angkat bicara. Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, pihak Sarwendah melayangkan pembelaan terhadap berbagai tudingan negatif yang menyudutkan kliennya di ranah publik.
Chris Sam Siwu menegaskan bahwa citra yang belakangan ini dibangun mengenai Sarwendah sebagai pihak yang tidak kooperatif adalah tidak benar. Sebagai bukti dedikasi dan kesetiaan kliennya, Chris kembali mengingatkan momen krusial saat Ruben Onsu mengalami penurunan kondisi kesehatan yang sangat serius beberapa waktu lalu.
Menurut Chris, rekam jejak Sarwendah sebagai istri yang berdedikasi terlihat jelas saat Ruben berada di titik terendah kesehatannya. Sarwendah disebut tetap tegar dan setia mendampingi sang suami di rumah sakit hingga kondisi presenter berusia 42 tahun itu kembali stabil.
"Wenda pernah ada pada saat pernikahannya menjaga, merawat suaminya di saat suaminya mengalami kesehatan terendahnya," ujar Chris Sam Siwu, 7 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Chris menekankan bahwa berkat perawatan penuh dan dukungan moral dari Sarwendah, Ruben mampu melewati masa kritis hingga akhirnya bisa kembali pulih dan beraktivitas di dunia hiburan seperti sedia kala.
"Wenda menjaga itu sampai suaminya bisa kembali pulih beraktivitas. Saya tidak bicara apa penyakitnya, saya hanya menyampaikan Wenda sebagai istri tidak meninggalkan suaminya di saat suaminya mengalami kesehatan terendahnya," tambahnya.
Pihak kuasa hukum menilai kebersamaan selama 11 tahun membina rumah tangga bukanlah waktu yang singkat. Baginya, sikap Sarwendah selama satu dekade lebih tersebut adalah bukti nyata bahwa kliennya adalah pendamping yang bertanggung jawab dan memiliki karakter yang baik.
"Artinya dia adalah istri yang baik. Jadi kita mohon ke depan sama-sama mendinginkan, tugas pengacara juga mendinginkan. Kami tidak akan mau lagi menanggapi di luar dari hari ini," tegas Chris.
Terkait persidangan hak asuh anak, Chris menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan bukti-bukti yang sangat kuat. Namun, ia menegaskan bahwa bukti-bukti tersebut hanya akan dibuka di persidangan, bukan untuk konsumsi publik atau media.
Hal ini dilakukan demi menjaga kondisi psikologis anak-anak Ruben dan Sarwendah. Pihaknya tidak ingin perselisihan orang tua menjadi tontonan yang dapat melukai perasaan buah hati mereka.
"Kami punya setebal ini bukti-bukti tapi kami tidak sampaikan di media karena kami menjaga privasi. Kami tidak ingin anak-anak ini terus menonton pertengkaran orang tuanya," pungkas Chris.
Sarwendah (Instagram )