Lucky Hakim Tiadakan Tenda VIP di HUT RI ke-81 Indramayu: Biar Pejabat Rasakan Panas Rakyat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 06:55
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Lucky Hakim, Bupati Indramayu Lucky Hakim, Bupati Indramayu (Dokumentasi)

Ntvnews.id, Jakarta - Bupati Indramayu, Lucky Hakim, melakukan gebrakan baru pada saat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Alun-alun Indramayu, Jawa Barat, Senin, 17 Agustus 2026. Lucky meniadakan seluruh fasilitas mewah, mulai dari tenda peneduh hingga kursi VIP, bagi jajaran pejabat dan tamu kehormatan.

Dimana terlihat, para elite daerah, anggota DPRD, hingga pimpinan instansi dipaksa berdiri berjemur di bawah sengatan matahari selama dua jam penuh. Tidak ada sajian minuman dingin maupun penganan yang biasanya menghiasi meja tamu undangan dalam protokol kenegaraan. Kebijakan ini diambil demi mengedepankan prinsip kesetaraan antara pejabat dan rakyat.

Menurut pengakuannya, Lucky Hakim menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para tamu undangan atas ketiadaan fasilitas tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya nyata untuk mengikis sekat feodalisme di lingkungan birokrasi.

"Saya mohon maaf kepada para anggota Dewan, pejabat, para petinggi, dan tamu undangan yang terhormat. Saya tidak menyediakan kursi, malah saya mengajak semuanya sama-sama berdiri dua jam di lapangan tanpa hidangan," ujar Lucky Hakim saat dikonfirmasi, 17 Agustus 2026.

Mantan aktor kenamaan ini menambahkan, aksi berjemur ini bertujuan agar seluruh elemen pemerintah daerah sama rata bisa merasakan panasnya sinar matahari bersama masyarakat, pedagang, hingga awak media.

"Agar kita semua, khususnya saya, bisa merasakan panas dan terik seperti rakyat yang berjuang mencari nafkah di musim kemarau yang panas ini," tegasnya.

Lebih lanjut, Lucky menekankan bahwa aksi ini membawa pesan moral mendalam bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indramayu. Ia mengingatkan agar para pengambil kebijakan tidak bersikap arogan dan selalu menggunakan hati nurani.

"Jadi ketika kita mengambil keputusan-keputusan penting untuk rakyat Indramayu di ruangan ber-AC, kita akan ingat momen upacara ini. Bahwa di luar sana, masyarakat lelah berdiri dengan perut yang kadang masih lapar, tapi harus bekerja di bawah terik matahari," tutur pria kelahiran 1978 tersebut.

Meski berjalan khidmat, momen sakral pengibaran bendera sempat diwarnai insiden mengejutkan. Dimana seorang wanita yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tiba-tiba merangsek masuk ke tengah lapangan dan nyaris memeluk sang Bupati di podium kehormatan.

Aparat keamanan gabungan yang berjaga langsung bergerak sigap mengamankan wanita tersebut secara humanis sebelum situasi semakin tidak terkendali.

"Tadi saat pengibaran bendera, tiba-tiba ada ibu-ibu lari ke arah tengah dan histeris. Saya tidak tahu persis dari mana karena lapangan terbuka untuk umum. Semua peserta sedang fokus melihat tiang bendera," beber Lucky.

Usai upacara, wanita tanpa identitas tersebut segera dievakuasi petugas menuju RSUD Indramayu untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Lucky mengapresiasi kesigapan petugas yang menangani insiden tersebut tanpa tindakan represif.

"Katanya ODGJ, tapi pastinya diamankan secara humanis. Selama tidak membahayakan, kita perlakukan dengan baik. Ya, ini ibarat kejutan unik saja," pungkasnya.

HIGHLIGHT

x|close