Ntvnews.id, Jakarta - Ramai soal curhatan masa lalu Aurelie Moeremans dimana ia mengaku menjadi korban grooming di usia 15 tahun, dan dipaksa untuk menandatangani surat cerai palsu.
Cerita Aurelie tersebut dimuat dalam bukim Broken Strings yang bisa diakses secara gratis melalui web yang dibagikannya di Instagram. Cerita tersebut sontak menarik banyak simpati publik salah satunya datang dari Hesti Purwadinata yang ikut mendukung Aurelie dalam perilisan bukunya.
Namun setelah memberikan dukungan moral melalui Instagram, Hesti justru mendapat teror dari pelaku grooming tersebut yang menghubungi suami Hesti secara langsung.
Setelah mendapat dukungan dari Hesti, Aurelie sempat repost postingan tersebut sambil menuliskan kata terima kasih. Namun, hal itu ternyata membuat Hesti Purwadinata jadi sasaran teror. Hal ini diungkap langsung oleh Aurelie melalui channel broadcast Instagram miliknya. Dalam chat yang diunggah, Edo Borne, suami Hesti, diancam akan dilaporkan ke pihak berwajib. Meski begitu, Aurelie tidak menyebut siapa yang mengirim ancaman tersebut.
"Aku pernah repost story Teh Hesti (Purwadinata). Setelah itu, sampai sekarang, Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam. Dari DM, sampai ke WhatsApp. Tentu tidak digubris. Tapi tetap saja, itu ganggu. Dan aku tidak enak," tulis Aurelie sambil mengunggah bukti chat ancaman tersebut, 12 Januari 2026.
Ia menegaskan bahwa ancaman itu memang tidak ditanggapi, namun tetap mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
“Kalau aku yang diancam, aku bisa terima. Tapi kalau sampai orang lain ikut kena hanya karena berdiri di sampingku, itu berat,” ujarnya.
Baca Juga: Instagram Tegaskan Akun Pengguna Aman Usai Isu Kebocoran Data
Karena itulah, Aurelie memilih untuk tidak lagi me-repost unggahan dukungan, meskipun ia tetap membaca dan menghargainya.
Ia menyadari bahwa unggahan ulang justru bisa membuka identitas para pendukungnya kepada pihak-pihak yang berniat buruk.
“Dengan aku tidak repost, dia tidak tahu siapa saja yang mendukungku. Dan teman-temanku bisa tetap aman dari ancaman nggak jelas,” jelasnya.
Aurelie juga menegaskan bahwa seluruh doa dan dukungan yang datang untuk Broken Strings tetap berarti besar baginya, meskipun tidak ditampilkan secara terbuka di media sosial.
“Doa dan dukungan kalian sampai kok. Diam-diam, tapi kuat,” tutupnya.
Sebelumnya, pernyataan Aurelie itu muncul di tengah derasnya perhatian publik terhadap buku Broken Strings yang ia bagikan secara gratis.
Buku Broken Strings mengangkat kisah personal, luka, dan proses penyembuhan yang Aurelie Moeremans alami setelah mengalami grooming di usia remaja.
Hesti Purwadinata (Instagram )