Mengapa Tidur Setelah Sahur Sering Berujung Mimpi Buruk? Ini Penelitiannya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Feb 2026, 15:59
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Tidur Ngorok Ilustrasi Tidur Ngorok (FreePik)

Ntvnews.id, Jakarta - Selama bulan Ramadan, kebiasaan makan sahur pada dini hari membuat sebagian orang mudah kembali mengantuk. Tak jarang, setelah makan sahur mereka langsung tertidur. Namun, banyak yang merasakan bahwa tidur setelah sahur justru berujung pada mimpi yang tidak menyenangkan, bahkan mimpi buruk. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Penjelasan tersebut salah satunya disampaikan oleh Andreas Prasadja, yang menyebut bahwa fenomena ini tidak memiliki pola pasti. Menurutnya, seseorang dapat mengalami mimpi buruk pasca-sahur karena keadaan tubuh yang sudah berada pada titik sangat lelah.

"Kalau dia tidur pada jam setelah subuh, artinya kan dia tidur dengan kondisi yang sudah sangat lelah atau sehabis begadang," ungkap Ade dalam keterangan resminya, dilansir pada Rabu, 25 Februari 2026.

Baca Juga: KPK Periksa Pegawai DJP Terkait Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakut

Fenomena ini ternyata juga sejalan dengan temuan riset terkait hubungan makanan dan mimpi. Mengutip Psychology Today, sebuah penelitian berjudul "Dreams of the Rarebit Fiend: Food and Diet as Instigators of Bizarre and Disturbing Dreams" oleh T Nielsen pada 2015 mendalami kaitan antara asupan makanan dan pengalaman mimpi yang mengganggu.

Dalam studi itu, Nielsen menyurvei 396 mahasiswa tahun pertama di sebuah universitas di Kanada dengan rata-rata usia 21,5 tahun. Kuesioner tersebut menanyakan keyakinan peserta mengenai pengaruh makanan tertentu terhadap mimpi yang mereka alami. Hasilnya, 68 dari 386 responden mengaku bahwa makanan tertentu yang dikonsumsi larut malam memengaruhi mimpi mereka.

Kelompok yang melaporkan pengalaman tersebut umumnya kerap mengonsumsi susu, keju, es krim, dan makanan pedas. Sebanyak 27 persen dari mereka juga menilai makanan manis dapat membuat mimpi menjadi aneh.

Baca Juga: Manajemen Mie Sedaap: Tak Ada PHK Maupun Karyawan yang Dirumahkan

Selain itu, ada 26 orang yang menyebut bahwa makan larut malam berdampak langsung pada kualitas mimpi, dan mereka percaya makanan manis menjadi pemicu mimpi buruk.

Riset serupa yang dilakukan oleh University of Montreal juga memperlihatkan kecenderungan yang sama. Survei tersebut menemukan bahwa 9,5 persen partisipan yakin tidur setelah makan meningkatkan kemungkinan munculnya mimpi buruk.

Penjelasannya berkaitan dengan kinerja otak. Saat seseorang langsung tidur setelah makan, otak harus bekerja lebih keras karena tubuh sedang melakukan metabolisme. Aktivitas otak yang meningkat pada fase tidur nyenyak inilah yang dapat memicu mimpi yang lebih intens atau mengganggu.

Karena itu, kebiasaan tertidur setelah sahur, apalagi bila menu yang dikonsumsi tinggi gula atau lemak sebaiknya dihindari. Dua jenis makanan tersebut dapat mengacaukan aktivitas listrik otak saat tidur, sehingga meningkatkan peluang munculnya mimpi buruk.

x|close