Ntvnews.id
Pasalnya, Perpres itu salah satunya mengatur agar platform maksimal hanya memotong 8 persen dari sebelumnya mencapai 20 persen. Dengan begitu, 92 persen pendapatan diterima para pengemudi.
Pengumuman kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 di Lapangan Monas, Jakarta, di hadapan ratusan ribu pekerja dari berbagai sektor.
Uddin. salah satu driver ojol menyampaikan apresiasi, namun tetap menekankan pentingnya realisasi kebijakan di lapangan. Mereka juga mengingatkan bahwa perjuangan untuk kesejahteraan driver telah berlangsung lama.
“Alhamdulillah, tuntutan itu sudah beberapa kali diajukan, artinya mengenai potongan-potongan 20 persen itu (driver) ojol keberatan, makanya ini ada spanduk yang bertuliskan harga mati (potongan) 10 persen,” ujar Uddin.
Tak hanya terkabul, keinginan itu bahkan bisa ditekan lagi oleh Prabowo hingga 8 persen. Artinya, pengemudi akan lebih banyak diuntungkan.
Kebijakan pemerintah ini pun disebut sebagai langkah maju. Para driver berharap perubahan tersebut benar-benar diterapkan oleh aplikator tanpa pengecualian.
“Kalau dukungan memang kami tanggapi secara positif. Cuma yang penting itu sekarang realisasi," ujarnya.
Selain persoalan bagi hasil, para pengemudi juga menyoroti isu kesejahteraan lain seperti perlindungan kesehatan, kondisi kendaraan, hingga beban operasional di lapangan yang mendapatkan lintasan yang panjang namun dibayar murah.
Bagi para buruh, May Day seperti sebuah perhelatan akbar. Nung, seorang buruh asal Jonggol, Kabupaten Bogor, bahkan rela berangkat sejak pukul 04:00 WIB untuk bisa lebih pagi tiba di Monas.
Bagi dia, peringatan Hari Buruh Internasional yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi momen untuk menyuarakan harapan.
Menurutnya, peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus bentuk dukungan kepada pemerintah.
Nung berharap perhatian terhadap buruh dapat terus ditingkatkan ke depan, tidak hanya berhenti pada kebijakan yang sudah ada saat ini.
Baca Juga: DPR Bahas Status Ojol dari Mitra ke Pekerja, Dasco Sebut Masih Tahap Simulasi
“Alhamdulillah, mudah-mudahan seperti ini selanjutnya. Lebih banyak lagi bantuannya. Lebih lanjut lagi gitu,” katanya.
Bagi Nung, hal terpenting dari bekerja bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga rasa aman dalam bekerja.
“Saya rasakan ya, yang penting aman sentosa. Sehat,” katanya.
Baca Juga: Gojek Siap Kaji Aturan Baru Pemotongan Komisi Ojol Jadi 8 Persen
Ia juga menyampaikan harapan yang lebih luas, terutama bagi generasi muda agar memiliki lebih banyak peluang kerja di masa depan.
“Harapan kita semua kan anak cucu kita supaya aman sentosa, banyak peluang pekerjaan,” ujarnya.
Prabowo Subianto di May Day atau Hari Buruh (Bakom)