Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan perpanjangan masa pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/SMK sederajat memberikan waktu lebih bagi siswa dalam mempersiapkan diri. Kebijakan tersebut dinilai dapat memperbesar peluang siswa masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati mengatakan pelaksanaan TKA tahun ini dipersiapkan lebih matang karena memiliki rentang waktu pelaksanaan yang lebih panjang.
"TKA tahun ini akan lebih baik dan lebih siap karena waktu pelaksanaannya lebih panjang," kata Rahmawati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan penyelenggaraan TKA tahun ini merupakan bentuk penyempurnaan dari pelaksanaan sebelumnya. Berbagai masukan dari evaluasi TKA tahun lalu digunakan sebagai bahan perbaikan dalam penyusunan kebijakan maupun teknis pelaksanaan.
Baca Juga: Kemendikdasmen Buka SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi, Kuota Tahun Pertama 80 Murid
Hasil evaluasi tersebut mencakup sejumlah perubahan, seperti pengaturan jadwal agar siswa hanya mengerjakan satu mata pelajaran wajib setiap hari. Selain itu, durasi pengerjaan diperpanjang menjadi 75 menit sehingga peserta memiliki waktu lebih optimal.
Kemendikdasmen juga menambah pilihan mata pelajaran kejuruan berdasarkan rumpun program keahlian. Saat ini jumlah mata pelajaran kejuruan yang tersedia mencapai 50 mata pelajaran.
Selain itu, peserta yang masih memiliki data residu tetap diperbolehkan melakukan pendaftaran. Meski demikian, peserta tetap diminta segera memperbaiki data yang belum sesuai.
Salah satu siswa yang merasakan manfaat TKA adalah Yudhistira Almayda Basunjaya, alumni SMA Negeri 1 Surabaya, Jawa Timur. Ia berhasil diterima di program studi S1 Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) setelah memvalidasi kemampuan akademiknya melalui hasil TKA Tahun 2025 dengan predikat istimewa.
Baca Juga: Kemendikdasmen Sambut Baik SE KPK untuk Perkuat Integritas Pelaksanaan SPMB 2026/2027
Yudhistira mengaku puas dengan hasil TKA 2025 karena sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, capaian pada mata pelajaran pilihan, yakni biologi dan kimia, membantu dirinya memenuhi kemampuan akademik untuk masuk ke program studi Kedokteran.
Ia menilai hasil ujian tersebut menjadi bukti kemampuan akademiknya sekaligus memperkuat keyakinan bahwa pilihan jurusan yang diambil sudah tepat.
Selain menjadi salah satu syarat dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Yudhistira menyebut TKA juga memiliki fungsi penting untuk mengevaluasi proses pembelajaran yang telah ditempuh siswa selama tiga tahun di sekolah.
Ia mengatakan TKA dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
Dalam persiapannya, Yudhistira mulai mempelajari materi secara bertahap sebelum pelaksanaan ujian. Ia juga membangun kebiasaan belajar secara konsisten, memperdalam konsep pelajaran, serta melakukan evaluasi kemampuan melalui latihan soal.
Yudhistira menambahkan SMA Negeri 1 Surabaya turut memberikan dukungan melalui program bimbingan intensif setiap Sabtu. Kegiatan tersebut berisi pembahasan materi dan pelaksanaan try out.
Selain itu, para guru mata pelajaran di sekolah juga memberikan pendalaman materi untuk membantu memperkuat pemahaman siswa.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi: Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk jenjang SMA di Lampung. (Antara)