Filipina Tekankan ASEAN Harus Tetap Bersatu Hadapi Tantangan Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mei 2026, 17:20
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Sugiono (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Filipina Theresa P. Lazaro (kiri) saat pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Filipina di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama kedua negara, mulai dari sektor ekonomi hingga isu geopolitik global. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj. Menteri Luar Negeri Sugiono (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Filipina Theresa P. Lazaro (kiri) saat pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Filipina di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama kedua negara, mulai dari sektor ekonomi hingga isu geopolitik global. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa P Lazaro yang memimpin Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN 2026 menegaskan pentingnya ASEAN tetap tangkas, solid, dan bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan global tanpa mengabaikan tujuan jangka panjang kawasan.

"Menghadapi ketidakpastian membutuhkan ketangkasan dalam menanggapi tantangan yang mendesak dan segera, serta komitmen teguh dalam mengejar tujuan jangka panjang kita di bawah Visi Komunitas ASEAN 2045," ujar Lazaro dalam keterangan pers ASEAN Filipina 2026 yang diakses ANTARA di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut Lazaro, tema keketuaan ASEAN Filipina 2026, yakni “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama”, mencerminkan kebutuhan negara-negara ASEAN untuk mampu merespons situasi global yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya negara-negara ASEAN menghadapi dampak konflik Timur Tengah yang masih berlangsung dan telah mengganggu aliran energi, jalur perdagangan, rantai pasokan pangan, hingga memengaruhi keselamatan dan kesejahteraan warga negara ASEAN di kawasan tersebut.

Baca Juga: Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN

Lazaro mengatakan perkembangan yang terjadi di luar kawasan Asia Tenggara kini memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi ASEAN.

"Bagi ASEAN, yang mengimpor sekitar 66 persen minyak mentahnya, krisis ini berarti peningkatan signifikan dalam biaya bahan bakar dan energi, yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan harga input pertanian, pangan, dan komoditas dasar," ujarnya.

Ia menambahkan konflik tersebut juga memicu gangguan pada berbagai sektor penting seperti transportasi dan pariwisata, sekaligus membahayakan jutaan warga ASEAN yang berada di kawasan Timur Tengah.

Untuk merespons situasi tersebut, para Menteri Luar Negeri ASEAN telah menggelar dua pertemuan khusus guna membahas langkah koordinasi bersama dalam menghadapi dampak krisis global.

Menurut Lazaro, langkah itu menunjukkan tekad ASEAN untuk bertindak cepat, memperkuat koordinasi, serta merespons tantangan secara kolektif.

Ia juga menilai pengalaman ASEAN menghadapi krisis global saat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi penanganan krisis dan kesiapan kelembagaan di tingkat regional.

Baca Juga: Bahlil Dampingi Prabowo Bahas Ketahanan Energi di KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina

Meski menghadapi berbagai tantangan, Lazaro menegaskan ASEAN tetap berkomitmen menjalankan agenda prioritas pembangunan Komunitas ASEAN, termasuk memperkuat Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara, mendukung integrasi Timor-Leste pasca-penerimaan, serta menjaga Sentralitas ASEAN dalam hubungan dengan mitra eksternal.

Sebagai Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar, Lazaro juga menyampaikan bahwa dirinya akan memberikan pengarahan kepada para menteri luar negeri ASEAN terkait perkembangan situasi di Myanmar serta implementasi Konsensus Lima Poin ASEAN.

(Sumber: Antara)

x|close