A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Iran Bantah Terlibat Insiden Kapal Korsel di Selat Hormuz - Ntvnews.id

Iran Bantah Terlibat Insiden Kapal Korsel di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 08:55
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency/pri. Ilustrasi - Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Kedutaan Besar Iran di Seoul membantah keterlibatan militer negaranya dalam insiden yang merusak kapal Korea Selatan di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan pada Kamis, 07 Mei 2026, Kedubes Iran menyatakan pihaknya “menolak dan menyangkal secara tegas” seluruh tuduhan terkait keterlibatan angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam insiden tersebut.

Pihak Kedubes menjelaskan bahwa sejak dimulainya “tindakan agresif” Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu, Teheran telah menegaskan Selat Hormuz merupakan “bagian integral dari geografi pertahanannya” dalam menghadapi pihak-pihak yang dianggap sebagai penyerang beserta pendukungnya.

Baca Juga: Iran Nilai Resolusi Selat Hormuz Berpotensi Legitimasi Tindakan Tak Sah

Menurut Kedubes Iran, situasi keamanan di jalur perairan strategis itu turut dipengaruhi meningkatnya ketegangan yang disebabkan oleh “pasukan musuh dan sekutu mereka.”

Iran juga menegaskan bahwa pelayaran aman di Selat Hormuz memerlukan “kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku” serta koordinasi dengan otoritas Iran.

Selain itu, Iran kembali menekankan komitmennya dalam menjaga keselamatan dan keamanan navigasi maritim di kawasan sesuai hukum serta regulasi internasional yang berlaku.

Sebelumnya, pada Selasa, 05 Mei 2026, kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan kebakaran akibat ledakan di kapal curah berbendera Panama, HMM Namu, yang terjadi di Selat Hormuz berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Insiden tersebut terjadi pada Senin malam, 04 Mei 2026, ketika kapal tengah berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Kapal Milik Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Sejumlah Awak Terluka

Seluruh 24 awak kapal, yang terdiri atas enam warga Korea Selatan dan 18 warga negara asing lainnya, dipastikan selamat dalam kejadian tersebut.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 20.40 waktu setempat pada Senin, 04 Mei 2026.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap aset milik AS serta gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

Sejak Minggu, 13 April 2026, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade angkatan laut terhadap lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close