Prabowo: Pembangunan Harus Dilihat 10–20 Tahun, Bukan Jangka Pendek

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mei 2026, 14:28
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk (Istimewa)

Ntvnews.id, Nganjuk - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penilaian terhadap hasil pembangunan tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu singkat. Menurutnya, dampak dari berbagai program pemerintah baru akan terlihat secara utuh dalam rentang 10 hingga 20 tahun ke depan.

"Kita sudah punya Danantara, dan nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, ya. Masih banyak yang muda-muda, ya. Ingat, lihat, lihat tanggal, lihat tahun, Saudara akan lihat, Saudara akan, pada saat itu Saudara akan lihat apa yang kita buat tahun 25 (2025), tahun 26 (2026) ini," kata Prabowo dalam peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya tidak menilai capaian pembangunan hanya dalam hitungan beberapa tahun ke depan, melainkan dalam perspektif jangka panjang.

"Jangan sekarang, jangan 29 (2029), nanti 20 tahun lagi Saudara nilai apa yang kita buat hari ini. Yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar," sambungnya.

Baca Juga: Prabowo Sentil Pejabat yang Absen di Peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk

Prabowo menjelaskan bahwa sejumlah program yang sedang dijalankan pemerintah saat ini ditujukan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Program tersebut mencakup swasembada pangan, stabilisasi harga, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan dana kedaulatan negara.

Ia menyebutkan bahwa berbagai upaya tersebut telah menunjukkan hasil, termasuk dalam penciptaan jutaan lapangan kerja serta penguatan sovereign wealth fund Indonesia.

"Kita swasembada pangan sudah, kita amankan harga-harga, kita menciptakan lapangan kerja, sudah jutaan, tiga, kita punya sekarang dana kedaulatan, sovereign wealth fund. Dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia," ujarnya.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia kini mengelola aset negara dalam jumlah besar melalui lembaga khusus dengan nilai mencapai sekitar 1.000 miliar dolar AS. Ia menyebut posisi tersebut menempatkan Indonesia dalam jajaran atas secara global, bahkan melampaui beberapa negara seperti Arab Saudi dan Singapura.

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk <b>(Istimewa)</b> Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk (Istimewa)

"Aset yang kita kelola sekarang 1.000 miliar dolar aset yang kita kelola, Saudara-saudara. Kita sekarang, ya 1 2 3, kita kelima. Kalau di sini kita kelima terbesar di dunia. Baru dibentuk tahun 25, 2025," tuturnya.

Ia kemudian membandingkan dengan sejumlah negara lain yang lebih dulu membentuk lembaga serupa, seperti Abu Dhabi, Tiongkok, dan Norwegia, namun tetap menilai capaian Indonesia cukup signifikan meski baru dibentuk.

"Abu Dhabi dibentuk tahun 1976, Tiongkok 1997, CIC dari Tiongkok juga 2007, Norwegia 1990. Norwegia yang paling besar. Negara sangat kecil, tabungannya sangat besar. Kita bahkan di atas Qatar, di atas Arab Saudi, juga di atas Singapura. Jadi, boleh juga ini negara kita, ya," imbuh dia.

x|close