Menteri Israel Ejek Aktivis Pro-Palestina yang Ditangkap: Kami Adalah Tuan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 11:34
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel (Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Kecaman internasional mengarah kepada pemerintah Israel setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis dan relawan pro-Palestina yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada termasuk di antara negara-negara yang menyatakan kemarahan atas tindakan menteri berhaluan sayap kanan tersebut. Dalam video yang diunggah ke media sosial, Ben-Gvir tampak mendatangi lokasi penahanan para aktivis di Pelabuhan Ashdod dan melakukan provokasi di hadapan mereka.

Video itu memperlihatkan puluhan aktivis berlutut di tanah dengan tangan terikat di belakang punggung. Di tengah situasi tersebut, Ben-Gvir terlihat mengibarkan bendera Israel berukuran besar sambil mengatakan dalam bahasa Ibrani: “Selamat datang di Israel. Kami adalah tuan.”

Ia juga tampak memberi semangat kepada petugas keamanan ketika seorang aktivis perempuan berteriak “Palestina merdeka”. Dalam rekaman lain, sejumlah aktivis terlihat berlutut di dek kapal saat lagu kebangsaan Israel diputar.

Baca Juga: Pemimpin Dunia Murka usai Viral Video Aktivis Flotilla Dipaksa Berlutut oleh Israel

Aksi Ben-Gvir bahkan memicu kritik dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Netanyahu menyebut tindakan tersebut “tidak sejalan dengan nilai-nilai Israel”.

Gelombang kecaman muncul setelah Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla (GSF), misi kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga Palestina di Gaza. Flotila itu terdiri dari lebih dari 50 kapal yang berlayar dari Turki pada Kamis (14/05).

Pada Senin (18/05) pagi, pasukan Angkatan Laut Israel mulai menghadang armada tersebut di perairan internasional sebelah barat Siprus, sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza yang masih berada di bawah blokade Israel.

Penyelenggara GSF menyebut seluruh kapal telah dicegat pada Selasa (19/05) malam. Salah satu kapal dikabarkan sempat mendekat hingga sekitar 80 mil laut dari wilayah Palestina.

Pihak penyelenggara menuduh Israel melakukan “agresi ilegal di laut lepas”. Mereka juga mengeklaim pasukan Israel menembaki enam kapal, menggunakan meriam air, dan dengan sengaja menabrak salah satu kapal dalam armada tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Israel membantah tuduhan penggunaan peluru tajam. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan pasukannya “tidak mengizinkan pelanggaran terhadap blokade laut yang sah atas Gaza”.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp35 Ribu, Segram Tembus Rp2,8 Juta

Israel juga menyebut misi Global Sumud Flotilla sebagai “aksi humas untuk kepentingan Hamas”. Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan seluruh aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan akan diizinkan bertemu perwakilan konsuler masing-masing setelah tiba di wilayah Israel.

Namun, kelompok pembela hak asasi manusia di Israel, Adalah, menyatakan para aktivis dibawa ke wilayah Israel tanpa persetujuan mereka dan kini ditahan di Pelabuhan Ashdod.

Kelompok tersebut mewakili 430 aktivis dan relawan Global Sumud Flotilla yang berasal dari lebih dari 40 negara. Mereka menuntut seluruh peserta misi kemanusiaan itu segera dibebaskan.

“Tim hukum akan menantang legalitas penahanan ini dan menuntut pembebasan segera semua peserta flotila,” kata perwakilan Adalah.

Misi Global Sumud Flotilla sendiri bertujuan membawa bantuan kemanusiaan sekaligus menyoroti kondisi sulit yang dihadapi warga Palestina di Gaza di tengah blokade dan konflik yang terus berlangsung.

x|close