Undang Tokoh Pegang Golden Visa, Dirjen Imigrasi: Talenta Global Diaspora Ingin Berkontribusi untuk Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 12:06
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan program Golden Visa yang diluncurkan pemerintah sejak 2024 menjadi salah satu jalur untuk menarik talenta global diaspora dan investor agar dapat berkontribusi bagi Indonesia.

"Salah satunya mungkin tadi yang disampaikan oleh Mbak Anggun, bahwa ternyata banyak talenta global kita—Mbak Anggun kan salah satu talenta global kita—yang sekarang menjadi diaspora. Kemudian juga sebenarnya banyak sekali hal-hal yang bisa dimanfaatkan, atau teman-teman diaspora talenta global yang sebenarnya pengen ke sini memberikan kontribusi untuk negara, tapi jalur-jalurnya tidak comfortable seperti itu,” ujar Silmy Karim dalam Sosialisasi Golden Visa di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, pemerintah kemudian menerbitkan program Golden Visa pada 2024 untuk membuka ruang kontribusi bagi diaspora dan investor global yang ingin masuk ke Indonesia.

"Oleh karena itu, kita pada tahun 2024 menerbitkan program Golden Visa tersebut. Nah, alhamdulillah dari 2024 sampai dengan sekarang, karena memang ada persyaratannya, karena tentunya kita ingin bahwa yang masuk ke sini tentunya dapat memberikan kontribusi ya, memberikan kontribusi kepada Indonesia,” katanya.

Hendarsam menjelaskan, penerima Golden Visa diwajibkan memenuhi syarat investasi tertentu, baik untuk individu maupun perusahaan. Dari implementasi program tersebut, pemerintah mencatat capaian investasi hingga Rp52,1 triliun.

Baca Juga: Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Bentuk Desa Binaan Guna Cegah TPPO

"Syaratnya itu dapat apa namanya itu, memberikan investasi kepada negara. Ada syarat-syarat tertentunya; yang perorangan, yang perusahaan. Dan saat ini kita sudah mencapai angka Rp 52,1 triliun. Jadi itu merupakan angka yang cukup baik buat kita untuk devisa kita, walaupun uangnya tetap adalah uang talenta-talenta global yang diaspora yang masuk ke sini, investor yang masuk ke sini, tapi itu akan meningkatkan devisa kita,” ujarnya.

Selain peningkatan devisa, pemerintah juga mencatat kenaikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp19 miliar dari program tersebut.

"Dan ada peningkatan PNBP kita juga, pemasukan PNBP kita itu sekitar Rp 19 miliar. Itu angka yang okelah menurut kita ya. Dan target kita sudah tercapai, darinya yang mungkin cuma 1.000 saja, ini sudah 1.200 lebih. Jadi sudah lebih daripada itu,” kata Silmy.

Ia menilai kehadiran diaspora dan investor global juga dapat menjadi duta positif bagi Indonesia di mata dunia.

"Tapi saya rasa hal ini lebih daripada itu sebenarnya. Bahwa seperti Mbak Anggun, seperti itu para investor, ini akan menjadi duta-duta kita karena kesan yang baik bahwa Indonesia ramah terhadap mereka-mereka yang mempunyai value terhadap Indonesia. Ini tentu akan memberikan kesan yang baik dan ramah terhadap mereka-mereka yang memberikan banyak manfaat buat Indonesia,” ujarnya.

Terkait pengawasan terhadap warga negara asing pemegang visa, Hendarsam menegaskan Imigrasi tetap memperketat pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran.

"Iya, sebenarnya kan dua hal yang berbeda, tapi tetep aja prinsipnya sama. Bahwa fungsi kita itu tiga sebenarnya: penjaga pintu gerbang perbatasan (kita screening di awal), kemudian ketika masuk kita melakukan pengawasan, kemudian apabila keluar lagi kita tetap awasi,” katanya.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan program Golden Visa yang diluncurkan pemerintah sejak 2024 menjadi salah satu jalur untuk menarik talenta global diaspora dan investor agar dapat berkontribusi bagi Indonesia <b>(NTVnews)</b> Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan program Golden Visa yang diluncurkan pemerintah sejak 2024 menjadi salah satu jalur untuk menarik talenta global diaspora dan investor agar dapat berkontribusi bagi Indonesia (NTVnews)

Ia menyebut Imigrasi memiliki Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) untuk melakukan pengawasan bersama aparat penegak hukum.

"Kemudian kemarin kita telah melakukan deteksi dini, melakukan bekerja sama dengan kepolisian, melakukan penegakan hukum. Di Batam ada 210 pelaku, kemudian di Jakarta Barat ada 320 ya di Hayam Wuruk. Ini kemarin ada lagi walaupun nggak besar jumlahnya, itu ada 6 atau 7 orang yang lakukan scam juga seperti itu,” ujar Hendarsam.

Menurut dia, pemerintah ingin memberikan pesan tegas bahwa Indonesia bukan tempat aman bagi pelaku kejahatan lintas negara.

"Jadi kami ingin menunjukkan bahwa; satu, negara tegas. Bahwa negara kita bukan safe haven buat tempat orang-orang yang tidak bermanfaat, bahkan merugikan bangsa kita. Ketika pesan ini muncul melalui penegakan hukum, mereka tentunya kita berharap akan mencari destinasi yang lain, tidak ke Indonesia. Negara kita bukan tempat yang untuk itu. Itu message yang jelas bagi kami,” katanya.

"Ramah dan taat aturan, ya. Hanya mereka-mereka yang bermanfaat, WNA yang bermanfaat yang bisa dan berkontribusi di Indonesia yang bisa ada di sini.,” lanjutnya.

x|close