Infografik: KNKT Ungkap Temuan Sementara Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 08:03
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis temuan sementara dari investigasi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Temuan ini selanjutnya menjadi bahan evaluasi. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis temuan sementara dari investigasi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Temuan ini selanjutnya menjadi bahan evaluasi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis temuan sementara hasil investigasi kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Temuan tersebut mengungkap sejumlah faktor yang menjadi perhatian dalam evaluasi keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia.

Berdasarkan hasil investigasi awal, kecelakaan bermula saat sebuah taksi tertabrak KRL dan kemudian tabrakan berlanjut melibatkan KA Argo Bromo. KNKT mencatat insiden antara taksi dan KRL hingga tabrakan dengan KA Argo Bromo serta KRL hanya berlangsung dalam waktu sekitar tiga menit 43 detik. Saat kejadian berlangsung, KA Argo Bromo diketahui memperoleh sinyal hijau untuk melanjutkan perjalanan dari Stasiun Bekasi Timur.

KNKT juga menemukan bahwa tidak ada kesalahan sistem pada taksi Green SM yang berhenti di perlintasan kereta. Namun, proses rekrutmen pengemudi taksi disebut dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar tiga hingga lima hari. Selain itu, terdapat perbedaan jalur komunikasi antara petugas KA dan KRL sehingga informasi mengenai insiden taksi tidak segera diketahui oleh masinis kereta jarak jauh tersebut.

Baca Juga: Berkas Kasus Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Rampung, Segera Disidangkan

Dalam investigasi sementara itu juga disebutkan bahwa KA telah diinstruksikan untuk mengurangi kecepatan sekitar 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan. Sementara KRL yang ditabrak KA Argo Bromo diketahui sempat tertahan di Stasiun Bekasi Timur akibat kepadatan jalur setelah insiden awal antara taksi dan KRL lainnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyatakan evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan guna memperkuat keselamatan perkeretaapian nasional. Salah satu langkah yang disiapkan yakni percepatan penutupan 172 perlintasan sebidang berisiko tinggi serta peningkatan keamanan di 1.638 titik perlintasan melalui penempatan petugas, pembangunan pos jaga, penyediaan alat komunikasi, dan pemasangan palang otomatis.

Baca Juga: Menhub Sebut 5 Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Masih Dirawat

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa setiap kecelakaan harus menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki sistem keselamatan transportasi nasional. “Kementerian Perhubungan memandang bahwa keselamatan perkeretaapian harus terus diperkuat melalui evaluasi menyeluruh. Setiap kejadian harus menjadi pelajaran, dan ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem,” ujar Dudy.

Berikut Inforafiknya:

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis temuan sementara dari investigasi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Temuan ini selanjutnya menjadi bahan evaluasi. <b>(Antara)</b> Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis temuan sementara dari investigasi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Temuan ini selanjutnya menjadi bahan evaluasi. (Antara)

(Sumber: Antara)

x|close