10 Ribu Sarjana Berebut Kursi Ekspedisi Patriot 2026 di Kementerian Transmigrasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 14:27
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Program Kementerian Transmigrasi Ekspedisi Patriot kini bukan lagi sekadar perpindahan penduduk biasa, melainkan menjadi panggung bagi para talenta muda terbaik bangsa. Tercatat, sebanyak 10.539 sarjana (S1) dari seluruh penjuru Indonesia telah resmi mendaftarkan diri dan mengunggah berkas untuk mengikuti program bergengsi ini.

Animo masyarakat terhadap konsep baru transmigrasi ini tergolong luar biasa. Selama periode pendaftaran 1 hingga 21 Mei, situs resmi program mencatat lebih dari 400.000 kunjungan, dengan sekitar 177.000 orang menyatakan minat serius. Namun, setelah melalui proses administrasi awal, terpilih 10.539 pendaftar yang siap bertarung memperebutkan kuota yang sangat terbatas.

Salah satu hal yang menarik dari penyelenggaraan tahun ini adalah sifatnya yang sangat inklusif. Meskipun bermitra erat dengan 10 perguruan tinggi top nasional, program ini nyatanya menarik minat lulusan dari 1.900 kampus di seluruh Indonesia.

Mengingat kapasitas program yang hanya tersedia untuk sekitar 1.200 peserta dan 200 ketua tim (total 1.400 posisi), persaingan dipastikan akan sangat sengit. Rasio kelulusan diperkirakan hanya sekitar 1:7.

Proses seleksi akan dimulai pada awal Juni mendatang. Menariknya, pemerintah memberikan otoritas penuh kepada kampus-kampus mitra untuk melakukan penyaringan. Hal ini dilakukan guna menjamin standar kualitas yang tinggi.

"Kami ingin the best of the best. Kami ingin yang terbaik dari yang terbaik sehingga yang datang ke kawasan transmigrasi itu betul-betul bukan 'KW-KW', tapi SDM unggul yang terseleksi oleh universitas terbaik," tutur Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dikawasn Jakarta Pusat, 26 Mei 2026.

Transmigrasi Patriot dirancang untuk menempatkan para sarjana pilihan di kawasan-kawasan transmigrasi sebagai agen perubahan. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan proses seleksi yang ketat, para patriot muda ini diharapkan mampu membawa inovasi, mempercepat pembangunan ekonomi, dan mentransfer pengetahuan kepada masyarakat di lokasi tujuan.

Kini, ribuan calon patriot tersebut tengah bersiap menghadapi ujian seleksi. Siapakah yang akan terpilih menjadi motor penggerak baru di beranda depan Indonesia? Kita nantikan hasilnya pada Juni mendatang.

Berikut adalah 10 perguruan tinggi mitra dengan jumlah pendaftar terbanyak:

1. Universitas Indonesia (UI): 1.249 orang

2. Universitas Gadjah Mada (UGM): 1.187 orang

3. Universitas Hasanuddin (Unhas): 1.181 orang

4. Universitas Airlangga (Unair): 1.157 orang

5. IPB University: 1.075 orang

6. Universitas Brawijaya (Unibraw): 1.014 orang

7. Universitas Diponegoro (Undip): 972 orang

8. Universitas Padjadjaran (Unpad): 952 orang

9. Institut Teknologi Bandung (ITB): 872 orang

10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): 700 orang

x|close