Pramono Siapkan Lahan 40 Hektare di Ciangir Banten untuk Pengolahan Sampah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jul 2026, 13:15
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan lahan seluas 40 hektare di Ciangir, Banten, untuk mendukung pengolahan sampah organik dari Jakarta.

Pramono menyampaikan rencana tersebut saat meninjau TPS 3R Menteng Atas, Kamis, 30 Juli 2026. Menurutnya, pengelolaan sampah Jakarta kini mulai diarahkan agar tak sekadar mengangkut sampah ke tempat pembuangan, tetapi mengolahnya terlebih dahulu sesuai jenisnya.

Ia mengatakan lahan di Ciangir telah dibebaskan Pemprov DKI Jakarta dan akan digunakan secara khusus untuk menangani sampah organik.

"Ada satu terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, kami telah membebaskan lahan di Banten, di Ciangir, untuk menampung yang organik saja," katanya.

Ia menyebut luas lahan yang disiapkan mencapai sekitar 40 hektare. Pramono juga berencana meninjau langsung lokasi tersebut pada Jumat untuk melihat kesiapan lahan yang akan menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan sampah Jakarta.

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

"Ada 40 hektare. Besok hari Jumat saya akan melihat dan ini merupakan satu bagian dari ekosistem penanganan sampah yang ada di Jakarta," ungkapnya.

Dalam skema tersebut, sampah akan dipilah berdasarkan jenisnya agar dapat ditangani melalui jalur pengolahan yang berbeda.

Sampah organik akan diarahkan ke fasilitas pengolahan di Ciangir. Sementara itu, sampah anorganik dapat diproses melalui berbagai metode, termasuk diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar yang berasal dari sampah.

Adapun sampah yang tidak lagi dapat dimanfaatkan atau diolah akan menjadi residu dan tetap dikirim ke TPST Bantargebang.

"Organiknya ke mana, anorganiknya ke mana, hasil RDF-nya ke mana, kemudian residunya kita buang ke Bantargebang, itu yang kami lakukan," tuturnya.

x|close