Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyatakan Iran ingin mencapai kesepakatan dengan Washington dan optimistis perundingan yang sedang berlangsung akan memberikan hasil positif.
Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan Teheran “benar-benar ingin membuat kesepakatan” dan menyebut potensi perjanjian itu akan “baik bagi AS dan pihak-pihak yang bersama kami.”
Trump juga mengkritik lawan politiknya serta sejumlah anggota partainya sendiri yang dinilai mempersulit upaya diplomatik melalui berbagai tuntutan yang saling bertentangan.
Menurut dia, negosiasi menjadi “jauh lebih sulit” ketika tokoh-tokoh politik terus menyerukan pendekatan yang berbeda, mulai dari mempercepat atau memperlambat proses hingga mendukung maupun menolak tindakan militer.
Trump menyebut kritik tersebut sebagai “chirping” atau ocehan yang menurutnya terjadi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia juga meminta publik bersabar menunggu hasil perundingan yang masih berlangsung.
“Duduk saja dan tenanglah, semuanya akan berakhir dengan baik pada akhirnya — selalu begitu!” kata Trump.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. Teheran kemudian membalas dengan menyerang target-target di Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi perundingan lanjutan di Islamabad tersebut gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Sejak saat itu, kedua pihak terus bertukar proposal dan usulan balasan dalam upaya melanjutkan perundingan langsung serta mengakhiri konflik.
Baca Juga: Isi Hasil Pemeriksaan Kesehatan Trump
ANTARA
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu Agency/pri) (Antara)