Gempa M 7,7 di Filipina Selatan Picu Potensi Tsunami di Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 08:53
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Tsunami. Rabu, 6 Agustus 2025. Ilustrasi Tsunami. Rabu, 6 Agustus 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37.42 WIB. Guncangan kuat ini tidak hanya berdampak di wilayah Filipina, tetapi juga memunculkan potensi tsunami yang dapat menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia, berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman hiposenter 47 kilometer.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa karakteristik gempa tersebut termasuk gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Ia menegaskan mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault

Baca Juga: Taiwan Kerahkan Kapal Pantau Operasi China di Perairan

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Wijayanto dalam keterangan resmi BMKG, Senin.

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami dengan status Siaga di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur dan utara. Daerah-daerah yang masuk dalam status Siaga meliputi Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.

Selain status Siaga, BMKG juga menetapkan status Waspada untuk sejumlah wilayah lain yang berpotensi terdampak tsunami. Wilayah tersebut mencakup Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Kota Bontang, Berau, serta beberapa wilayah lainnya.

Baca Juga: Pukul Pemain Lawan, Rafael Leao Dihukum Enam Laga di Piala Dunia 2026

Hingga pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi satu gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai 6,7. Aktivitas susulan ini menunjukkan bahwa sistem kegempaan di sekitar pusat gempa masih terus berlangsung setelah kejadian utama.

BMKG menegaskan bahwa pemantauan terhadap aktivitas gempa dan potensi tsunami masih terus dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” kata Wijayanto.

BMKG juga menyampaikan bahwa pembaruan informasi akan terus diberikan apabila terdapat perkembangan baru, baik terkait potensi tsunami maupun aktivitas gempa susulan yang terjadi pascagempa utama di wilayah Mindanao, Filipina.

x|close