Iran Tegaskan Belum Ada Perundingan dengan AS, Dialog Bergantung pada Sikap Washington

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 13:50
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera nasional Iran berkibar di sebuah bangunan yang rusak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran, Senin (20/4/2026) Bendera nasional Iran berkibar di sebuah bangunan yang rusak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran, Senin (20/4/2026) (antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah Iran menegaskan hingga saat ini belum menggelar perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Teheran juga menyatakan bahwa kemungkinan adanya dialog di masa mendatang bergantung pada perubahan sikap yang ditunjukkan Washington.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin 27 juli, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei membantah kabar yang menyebut negaranya telah mengajukan permintaan untuk mengadakan perundingan dengan AS.

“Hal itu tidak sesuai dengan prinsip kami. Klaim bahwa Iran meminta perundingan hanyalah laporan,” kata Baqaei, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Mehr.

Baqaei menjelaskan bahwa Iran selama ini selalu memandang jalur diplomasi sebagai instrumen penting untuk menjaga kepentingan nasional.

Baca juga :Iran Ancam Balas Ukraina Usai Kapal Dagangnya Diserang di Laut Kaspia

“Kami tidak pernah ragu menggunakan instrumen diplomatik untuk melindungi kepentingan nasional. Kami memandang diplomasi sebagai sarana untuk melindungi kepentingan nasional Iran,” ujarnya.

Meski mengakui adanya kemungkinan mediator menyampaikan pesan antara Teheran dan Washington, Baqaei menegaskan bahwa hingga kini tidak ada proses perundingan yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.

Saat ditanya mengenai syarat dimulainya kembali dialog dengan AS, Baqaei mengatakan Washington harus terlebih dahulu menunjukkan sikap yang lebih bertanggung jawab.

“Amerika Serikat harus belajar bagaimana bertindak seperti pemerintahan yang bertanggung jawab,” katanya.

Baca juga :Alibaba Gugat Pemerintah Amerika Serikat usai Masuk Daftar 1260H Pentagon

Selain itu, ia menuding Amerika Serikat dalam satu hingga dua tahun terakhir telah bertindak “seperti kelompok mafia” karena mengabaikan hukum internasional.

“Selama perilaku ini terus berlanjut, kami tidak dapat berharap terciptanya suasana publik yang kondusif,” tambahnya.

Sementara itu, pada Minggu 26 juli 2026, juru bicara militer Iran Amir Mohammad Akraminia menyampaikan bahwa Amerika Serikat telah menghentikan serangannya selama dua hari sebelumnya. Ia juga mengatakan bahwa “operasi balasan Iran juga telah berhenti."

Di sisi lain, laporan Axios pada Sabtu 25 juli 2026,menyebut Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan militer Amerika Serikat untuk menghentikan peluncuran serangan baru terhadap Iran. Kebijakan tersebut disebut mengakhiri hampir dua pekan serangan yang dilakukan setiap hari.

Baca juga :Donal Trump Bakal Jadi Nama Sebuah Bandara di AS

Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas dan peralatan militer AS yang berada di beberapa negara di kawasan tersebut.

(Sumber:Antara)

TERKINI

VIDEO: Dua Ruko di Bandar Lampung Ludes Terbakar

Viral Selasa, 28 Jul 2026 | 14:25 WIB

Malaysia Tahan Lebih dari 100 Pengungsi Rohingya

Luar Negeri Selasa, 28 Jul 2026 | 14:16 WIB

BGN Pastikan Mitra MBG Tak Dirugikan, Siapkan Skema yang Adil

Nasional Selasa, 28 Jul 2026 | 14:15 WIB

DPR AS Selidiki FIFA atas Dugaan Korupsi

Nasional Selasa, 28 Jul 2026 | 14:12 WIB

Serangan Drone Guncang Irak

Luar Negeri Selasa, 28 Jul 2026 | 14:05 WIB

Usai Digeledah, Plt Gubernur Riau Diperiksa KPK

Nasional Selasa, 28 Jul 2026 | 14:02 WIB
Load More
x|close