Ntvnews.id, Istanbul - Pemerintah Israel memutuskan menutup seluruh akses penyeberangan menuju Jalur Gaza dan menghentikan sementara pengiriman bantuan kemanusiaan setelah terjadinya serangan rudal yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada Senin dan akan berlangsung hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari otoritas terkait.
Keputusan tersebut diumumkan oleh Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), unit yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Israel. Menurut otoritas Israel, langkah pengamanan tambahan diperlukan sebagai respons terhadap serangan rudal balistik yang dilancarkan Iran.
Laporan media Israel menyebutkan bahwa seluruh jalur masuk utama ke Jalur Gaza ditutup sementara, termasuk penyeberangan Kerem Shalom dan Rafah. Dengan kebijakan itu, arus distribusi bantuan kemanusiaan yang sebelumnya masuk ke wilayah Palestina tersebut juga dihentikan untuk sementara waktu.
Baca Juga: Ketegangan AS-Israel Meningkat, Pentagon Naikkan Status Ancaman Mata-mata Israel
Meski demikian, COGAT menegaskan bahwa penghentian akses tersebut tidak akan berdampak terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza. Otoritas Israel berpendapat bahwa jumlah bantuan pangan yang telah masuk sejak dimulainya gencatan senjata dinilai melebihi kebutuhan nutrisi penduduk berdasarkan standar yang digunakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pernyataan tersebut berbeda dengan berbagai laporan organisasi kemanusiaan Palestina maupun internasional yang selama beberapa waktu terakhir terus memperingatkan memburuknya kondisi pangan dan meningkatnya ancaman kelaparan di Jalur Gaza. Berbagai lembaga bantuan menilai kebutuhan dasar masyarakat masih jauh dari terpenuhi akibat keterbatasan akses logistik dan distribusi bantuan.
Pejabat Palestina juga menuding Israel belum menjalankan sejumlah poin penting dalam kesepakatan gencatan senjata. Mereka menyebut akses masuk bantuan makanan, perlengkapan medis, bahan pembangunan tempat tinggal sementara, serta kebutuhan rekonstruksi belum sepenuhnya dibuka sebagaimana yang telah disepakati sebelumnya.
Baca Juga: Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Malam ini Teheran Harus Terbakar!
Konflik yang berlangsung di Gaza sejak Oktober 2023 telah menimbulkan korban kemanusiaan dalam jumlah besar. Berdasarkan data otoritas Palestina, hampir 73.000 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 173.000 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban disebut berasal dari kalangan perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, situasi keamanan di lapangan masih belum sepenuhnya stabil. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 961 warga Palestina tewas dan 3.020 lainnya terluka akibat serangan yang terus terjadi hampir setiap hari sejak kesepakatan gencatan senjata mulai diberlakukan.
(Sumber: Antara)
Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat di langit di atas kota Hebron, Tepi Barat, pada 7 Juni 2026. Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel utara akibat serangan rudal tersebut, yang terjadi setelah serangan Israel terhadap ibu kota Lebanon, Beirut. ANTARA/Wisam Hashlamoun - Anadolu Agency / pri. (Antara)