Ntvnews.id, Teheran - Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap dua pangkalan udara utama Israel sebagai bentuk balasan atas serangan Israel di kawasan Teluk pada hari yang sama.
Melalui pernyataan yang dipublikasikan media resminya, Sepah News, dikutip Senin, 8 Juni 2026, IRGC menyebut operasi tersebut menyasar dua fasilitas militer strategis di Israel.
Dalam pernyataan pada outlet berita resminya, Sepah News, IRGC mengatakan telah menyerang pangkalan udara Nevatim dan Tel Nof di Israel sebagai respons atas serangan rudal Israel terhadap sejumlah lokasi radar di tiga lokasi di Iran.
IRGC juga menegaskan kesiapan penuh seluruh unit militernya untuk melanjutkan operasi di berbagai front apabila situasi semakin berkembang.
IRG menyebut seluruh unit tempur dan operasionalnya sepenuhnya siap untuk melaksanakan operasi di semua front.
Di sisi lain, media semiresmi Iran, Fars, melaporkan adanya sejumlah ledakan yang terdengar di beberapa wilayah, termasuk ibu kota Teheran serta dua provinsi lainnya pada Senin pagi waktu setempat.
Mengutip sumber-sumber setempat, laporan itu mengatakan satu ledakan terdengar di Teheran barat, dua ledakan di Provinsi Isfahan di Iran tengah, dan satu ledakan lainnya di dekat Tabriz, ibu kota Provinsi Azerbaijan Timur di Iran barat laut.
Baca Juga: IRGC Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Kuwait sebagai Balasan Serangan dekat Bandar Abbas
Sementara itu, militer Israel melalui Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menyatakan bahwa mereka juga melakukan serangan terhadap target militer di wilayah Iran bagian barat dan tengah.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menyatakan via Telegram bahwa Angkatan Udara Israel menyerang target-target militer di Iran bagian barat dan tengah pada Senin, 8 Juni 2026 pagi.
Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat setelah IRGC sebelumnya meluncurkan rudal balistik ke Pangkalan Udara Ramat David di Israel utara sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon selatan.
Pada Minggu, 7 Juni 2026, IRGC melaporkan dalam pernyataannya bahwa pihaknya telah meluncurkan rudal balistik ke Pangkalan Udara Ramat David di Israel utara sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai "kejahatan berskala luas" Israel di Lebanon selatan, termasuk pembunuhan dan pengusiran warga sipil.
Baca Juga: IRGC Klaim Paksa Kapal Tanker AS Mundur dari Dekat Selat Hormuz
IRGC juga menyebut bahwa pangkalan tersebut digunakan untuk melancarkan serangan ke wilayah Lebanon.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa pangkalan udara Israel itu melancarkan serangan di Lebanon.
Di tengah eskalasi tersebut, Komandan Utama Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ali Abdollahi, memberikan peringatan keras kepada Israel terkait potensi eskalasi lanjutan di kawasan.
Komandan Utama Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran Ali Abdollahi memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi serangan yang lebih "destruktif dan menimbulkan penyesalan" apabila memperluas serangan ke Lebanon selatan dan kawasan Dahieh di pinggiran selatan Beirut.
(Sumber: Antara)
Warga Iran berkumpul di Teheran pada 1 April 2026 untuk menghadiri upacara pemakaman Komandan Utama Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Alireza Tangsiri dan personel angkatan bersenjata lainnya yang tewas dalam serangan AS dan Israel. ANTARA/Xinhua/Shadati (Antara)