Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan program Wisata Keberagaman. Ini dilakukan usai salah seorang peserta bernama Sofiah, warga Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, meninggal dunia kala mengikuti kegiatan itu.
Keputusan ini diambil setelah Pemerintah Kota Depok melakukan pembahasan internal dan mendapat arahan dari Wali Kota Depok Supian Suri.
"Terkait kegiatan wisata keberagaman ini berdasarkan diskusi kami semalam dan kami sudah mendapat arahan dari bapak Wali Kota Depok, saya meminta kepada seluruh RW di Kota Depok untuk sementara kita tunda dulu kegiatan wisata keberagaman, baik yang belum berangkat," ujar Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, dikutip Selasa, 7 Juli 2026.
Di samping menghentikan sementara program tersebut, Pemkot Depok juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaannya, terutama terkait aspek keselamatan peserta.
"Kita akan lakukan evaluasi terhadap kegiatan ini, dari berbagai aspek ya, terutama dari aspek keamanan," ucap Chandra.
Chandra juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia saat mengikuti Wisata Keberagaman. "Kami mewakili Wali Kota Depok atas nama Pemerintah Kota Depok menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalam kepada keluarga almarhumah, yang mana kemarin kita ketahui telah terjadi musibah yang mengakibatkan meninggal dunia nya almarhumah yang sedang mengikuti kegiatan wisata keberagaman," tuturnya.
Diketahui, Sofiah meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di area Masjid Agung Banten saat mengikuti program Wisata Keberagaman. Ia tewas usai tergencet bus ketika berada di kawasan parkir.
Kala itu, korban diduga tidak terlihat oleh pengemudi bus lain yang hendak keluar dari area parkir. Korban sempat dievakuasi guna mendapatkan pertolongan medis, tapi meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat luka berat yang dideritanya.
Program Wisata Keberagaman sendiri sempat menjadi sorotan dalam audiensi di DPRD Kota Depok setelah aksi unjuk rasa di Balai Kota Depok pada 24 Juni 2026. Dalam audiensi, perwakilan massa mempertanyakan penggunaan Dana RW sebesar Rp 25 juta untuk mendukung pelaksanaan program Wisata Keberagaman.
Massa menilai anggaran tersebut seharusnya dapat diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti bantuan bagi warga kurang mampu maupun santunan kematian. Massa turut meminta pengelolaan Dana RW dilakukan secara transparan serta akuntabel.
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, saat mengunjungi keluarga korban.