Ntvnews.id, Jakarta -Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di barat daya Jepang terus bertambah. Hingga Kamis, korban tewas tercatat mencapai 28 orang.
Sekretaris Kabinet Utama Jepang Minoru Kihara mengatakan proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, terutama di pusat perbelanjaan yang runtuh dan pabrik kertas yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Gempa yang mengguncang Pulau Kyushu, pulau utama di bagian selatan Jepang, terjadi pada Selasa (28/7), sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Kyodo.
Sementara itu, jalur Kyushu Shinkansen antara Stasiun Kumamoto dan Stasiun Kagoshima-Chuo masih ditutup sementara. Penutupan dilakukan karena otoritas setempat masih melakukan pemeriksaan terhadap kerusakan infrastruktur.
Baca juga:Pratikno Sampaikan Duka Mendalam atas Gempa Bumi di Palu
Meski demikian, operator kereta berharap layanan kereta cepat dapat kembali beroperasi pada Kamis untuk rute Stasiun Chikugo-Funagoya di Prefektur Fukuoka hingga Stasiun Kumamoto.
Di sisi lain, ribuan rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan air bersih. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap para warga yang mengungsi.
Pemerintah Prefektur Kumamoto melaporkan lebih dari 10.000 orang masih berada di pusat-pusat evakuasi hingga Kamis pagi.
Gempa susulan juga masih terus mengguncang wilayah tersebut sejak terjadinya gempa utama.
Baca juga:Korban Tewas Gempa Kumamoto Jepang Capai 17 Orang, Evakuasi Masih Berlangsung
(Sumber: Antara)
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah lepas pantai Prefektur Kumamoto di Jepang bagian selatan. Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa tersebut terjadi pada pukul 16.27 waktu setempat di wilayah Uki dan Hikawa, Prefektur Kumamoto (Antara)