Di Hadapan PM Modi, Puan: Indonesia dan India Adalah Kekuatan Maritim di Samudera Hindia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 17:31
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Presiden Prabowo Subianto dan lainnya menyambut Perdana Menteri India Narendra Modi. Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Presiden Prabowo Subianto dan lainnya menyambut Perdana Menteri India Narendra Modi. (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut hangat kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi ke Gedung DPR RI. Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo Subianto juga turut hadir.

PM Narendra Modi bersama jajaran Pemerintah India datang ke Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026, sebagai rangkaian kunjungan kenegaraannya di Indonesia. Kunjungan PM Modi merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke India pada Februari tahun lalu.

Pagi tadi, PM Modi telah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan bilateral itu, kedua pemimpin negara menindaklanjuti sekaligus menandatangani sejumlah kerja sama di berbagai sektor.

Saat tiba di kompleks parlemen, PM Modi disambut oleh Ketua DPR RI Puan Maharani sejak turun dari mobil. Sementara Presiden Prabowo Subianto bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menunggu di depan Gedung Nusantara IV, tempat acara berlangsung.

“Selamat datang kepada Yang Mulia Perdana Menteri Republik India, Bapak Narendra Modi,” kata Puan Maharani menyambut kedatangan PM Modi.

Di Lobby Gedung Nusantara IV DPR, Puan yang mengenakan blus wastra nusantara bernuansa hijau mendampingi PM Modi mengisi buku tamu dan penandatanganan piagam kehadiran di Gedung DPR. Puan bersama Presiden Prabowo serta tokoh lainnya juga melakukan foto bersama dengan PM Modi.

Setelahnya, Puan mendampingi PM Modi ke Ruang Pustaloka untuk bertemu anggota dewan. Di Ruang Pustaloka, PM Modi akan menyampaikan pidato di hadapan pimpinan dan anggota DPR RI didampingi oleh Puan. Dari jajaran Wakil Ketua DPR, tampak hadir Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sari Yuliati.

Sebelum pidato PM Modi di hadapan anggota dewan, acara dimulai dengan sambutan dari Ketua DPR RI Puan Maharani.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami untuk menyambut Yang Mulia beserta rombongan delegasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,” ujar Puan mengawali sambutannya.

Puan mengaku senang dapat bertemu kembali dengan PM Modi setelah sebelumnya Puan dan PM Modi bertemu dalam Konferensi P20 (G20 Parliamentary Speakers' Summit) di India pada tahun 2023.

“Saya berharap Yang Mulia merasakan hangatnya sambutan kami di Jakarta, sebagaimana hangatnya sambutan yang kami rasakan ketika berkunjung ke New Delhi,” tutur Puan.
 
Dalam sambutannya, Puan mengatakan Indonesia dan India memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan istimewa. Ia juga menyinggung mengenai catatan sejarah saat Presiden Sukarno menjadi Tamu Kehormatan Utama pada peringatan Hari Republik India yang pertama pada tahun 1950.
 
Beberapa tahun kemudian, sebut Puan, Indonesia dan India bersama-sama menjadi co-sponsor Konferensi Asia-Afrika di Bandung dan menghidupkan semangat Dasasila Bandung pada tahun 1955 yang kemudian menjadi fondasi Gerakan Non-Blok.
 
“Saat ini Yang Mulia kami sambut di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, sebuah bangunan dengan nilai sejarah yang penting bagi Indonesia,” lanjut cucu Presiden Sukarno itu.

Puan pun mengungkap, Gedung DPR dibangun pada tahun 1965 sebagai bagian dari rencana penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO), sebuah gagasan strategis Presiden Sukarno yang mencerminkan aspirasi negara-negara berkembang untuk memiliki posisi setara dan turut menentukan dalam tatanan global saat itu.
 
“Hingga hari ini, semangat tersebut tetap kami jaga dalam pelaksanaan fungsi parlemen dan diplomasi Indonesia,” ungkap Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu lalu berbicara soal semakin eratnya hubungan Indonesia dan India. Puan mengatakan, peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, yang ditandai dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada tahun 2025 memperkuat kemitraan strategis Indonesia-India.
 
“Kita adalah dua negara demokrasi besar, sesama kekuatan maritim di Samudera Hindia, yang menjunjung tinggi prinsip kedaulatan di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks,” jelasnya.

Untuk itu, Puan mengatakan DPR mendukung peningkatan hubungan kedua negara menjadi Comprehensive Strategic Partnership, dan disepakatinya Shared Vision on Maritime Cooperation in the Indo-Pacific saat kunjungan PM Modi ke Indonesia pada tahun 2018. Kedua dokumen itu disebut menjadi fondasi yang kuat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang.

Puan juga menyatakan DPR menghargai posisi India yang menempatkan Indonesia dan ASEAN sebagai bagian penting dari kebijakan Act East Policy.

“Saat dunia diwarnai oleh meningkatnya rivalitas kekuatan besar, gangguan rantai pasok, krisis pangan dan energi, serta dampak perubahan iklim, Indonesia dan India memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat kerja sama pembangunan,” papar Puan.
 
Di tengah meningkatnya gejolak geo-politik dan geo-ekonomi global tersebut, kata Puan, negara harus hadir menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional, sekaligus memastikan bahwa pembangunan menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

“Pada saat yang sama, kerja sama antarbangsa dan negara harus terus diperkuat dalam semangat persamaan, saling menghormati, dan solidaritas untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih baik, damai dan inklusif,” ucap mantan Menko PMK itu.
 
Oleh karenanya, Puan meyakini bahwa sinergi yang erat antara lembaga legislatif dan eksekutif merupakan modal penting dalam memperkuat kerja sama antar negara di tengah dinamika global.

“Diplomasi parlemen tidak hanya melengkapi diplomasi pemerintah, tetapi juga memperluas ruang dialog, membangun saling pengertian, memperkuat kepercayaan, serta mendorong lahirnya dukungan politik bagi berbagai agenda kerja sama bilateral maupun multilateral yang menjadi kepentingan bersama,” terang Puan.
 
Lebih lanjut, Puan mengapresiasi Parlemen India yang telah membentuk India-Indonesia Parliamentary Friendship Group pada bulan Februari lalu, yang diharapkan dapat bekerja sama
dengan Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI-Parlemen India yang dibentuk pada Januari 2025.
 
“Selain melalui mekanisme friendship group bilateral, DPR RI siap memperkuat kerja sama dengan Parlemen India di berbagai forum parlemen regional dan multilateral,” ujarnya.

“Kami berharap kerja sama keduaparlemen kita semakin berorientasi memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat kedua negara,” sambung Puan.

Kepada PM Modi, Puan mengatakan percaya bahwa kunjungan kenegaraan salah satu tokoh berpengaruh di dunia itu akan membawa banyak manfaat bagi Indonesia dan India.
 
“Seiring dengan meningkatnya kemitraan Indonesia dengan India ketataran yang lebih strategis, kami berharap kerja sama ekonomi keduanegara bergerak lebih dari sekedar peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah, hilirisasi industri, transfer teknologi, serta penguatan rantai pasok regional,” urainya.
 
Dalam hal ini, Puan menyatakan DPR mendukung sinergi antara pemerintah dan parlemen Indonesia-India untuk menciptakan iklim investasi yang semakin pasti, transparan, dan saling menguntungkan.

“Sehingga kedepannya Indonesia dan India dapat memasuki fase baru kerja sama ekonomi yang lebih seimbang, inovatif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Puan.
 
Puan juga menilai pesan-pesan yang disampaikan PM Modi di parlemen Indonesia dapat meneguhkan kembali ikatan persaudaraan, budaya, dan komitmen untuk kemajuan bersama.
 
“Indonesia dan India, telah dihubungkan oleh kisah yang lebih tua daripada batas-batas negara modern,” ucapnya.
 
“Ramayana mengajarkan kita bahwa nilai-nilai luhur dapat melintasi lautan dan menyentuh berbagai bangsa,” imbuh Puan.

Puan menambahkan, di Indonesia kisah itu hidup dalam seni, budaya, dan kehidupan masyarakat.
 
“Demikian pula Borobudur berdiri megah sebagai pengingat bahwa peradaban dibangun melalui kebijaksanaan, keterbukaan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan,” tambahnya.

Puan berharap semangat yang terwujud melalui jembatan budaya tersebut dapat mempererat persaudaraan dan hubungan Indonesia-India.
 
“Semoga semangat yang diwariskan kedua mahakarya peradaban ini terus menjadi jembatan yang mempererat kerja sama Indonesia dan India demi perdamaian dan kemakmuran bersama, serta dunia yang lebih baik,” ujar Puan.

Di akhir sambutannya, Puan mengucapkan terima kasih atas kunjungan PM Modi beserta jajaran Pemerintah India ke Gedung DPR.
 
“Salam dari Kami, rakyat Indonesia, untuk rakyat India, sahabat yang telah terjalin dalam ikatan sejarah, budaya, dan peradaban selama berabad-abad,” katanya.

“Semoga persahabatan kedua bangsa terus tumbuh, membawa kedamaian, kemajuan, dan kesejahteraan bagi generasi yang akan datang,” tutup Puan.

x|close