Prabowo Ajak Thailand Perkuat Kemitraan Strategis demi Stabilitas ASEAN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 22:29
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul Saat Join Statement di Istana Merdeka Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul Saat Join Statement di Istana Merdeka (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto mendorong Indonesia dan Thailand untuk semakin memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang. Menurutnya, peningkatan kerja sama kedua negara penting untuk mendukung stabilitas sekaligus kemakmuran di kawasan ASEAN.

Hal tersebut disampaikan Prabowo ketika menghadiri jamuan makan malam bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Prabowo menyebut hubungan Indonesia dan Thailand telah memiliki fondasi yang kokoh. Kendati demikian, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan, terutama terkait perdagangan. Ia optimistis berbagai persoalan tersebut dapat ditangani melalui dialog yang terbuka dan konstruktif.

"Memang masih ada beberapa persoalan, terutama di bidang perdagangan, yang bertekad kami selesaikan secepat mungkin melalui cara-cara yang bersahabat. Saya menantikan kerja sama yang erat dengan Yang Mulia dan pemerintah Tailan untuk semakin memperkuat kemitraan yang telah lama terjalin antara kedua negara," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia dan Thailand merupakan dua negara dengan kekuatan ekonomi yang penting di ASEAN. Keduanya juga memiliki jumlah penduduk yang besar serta berbagai komoditas unggulan yang relatif sama, seperti karet, timah, dan hasil sumber daya alam lainnya.

Kesamaan tersebut, kata Prabowo, dapat menjadi modal untuk memperluas kolaborasi bilateral di berbagai sektor.

Baca Juga: Kongres Pemilihan PSSI 2027 Mundur ke Juli, Erick Thohir Beberkan Alasannya

Ia juga menilai kunjungan Anutin ke Indonesia memiliki arti penting bagi hubungan kedua negara. Lawatan tersebut disebut menjadi momentum bersejarah karena merupakan kunjungan resmi pertama Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam kurun waktu 15 tahun.

Prabowo berpandangan bahwa kedekatan hubungan Indonesia dan Thailand perlu diikuti dengan komunikasi dan koordinasi yang semakin intensif. Tidak hanya melalui forum ASEAN, hubungan bilateral juga perlu terus diperkuat agar kepentingan bersama dapat diwujudkan secara lebih efektif.

"Mungkin karena hubungan kedua negara begitu dekat dan tidak memiliki persoalan yang berarti, kita sering menganggap segala sesuatunya berjalan dengan sendirinya. Namun, saya berpandangan kita perlu lebih sering bertemu dan meningkatkan koordinasi," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia dan Thailand memiliki banyak kesamaan perspektif dalam menghadapi berbagai persoalan internasional. Karena itu, Konsultasi Tingkat Pemimpin kedua dinilai menjadi momentum penting setelah kedua negara meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan Strategis.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi awal bagi babak baru hubungan Indonesia-Thailand yang menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat kedua negara.

"Apabila Indonesia dan Tailan dapat bekerja sama secara lebih erat, saya percaya hal itu juga akan memperkuat ASEAN menjadi kawasan yang lebih kokoh dan stabil," katanya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Prabowo mendorong peningkatan kerja sama pertahanan dan keamanan. Langkah yang dapat ditempuh antara lain memperbanyak latihan bersama antarangakatan bersenjata serta memperluas pertukaran perwira untuk kepentingan pendidikan dan pelatihan.

Kerja sama bilateral juga dinilai memiliki peluang besar untuk diperluas ke sektor perdagangan, investasi, ketahanan pangan dan energi, teknologi digital, serta hubungan antarmasyarakat.

Prabowo menegaskan, penguatan kolaborasi lintas sektor tidak hanya akan semakin mendekatkan Indonesia dan Thailand, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan ASEAN.

HIGHLIGHT

x|close