Ntvnews.id, Jakarta - SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan diteror ancaman bom via WhatsApp (WA) pada hari pertama masuk sekolah, Senin, 13 Juli 2026. Belakangan polisi berhasil menangkap pelaku.
Pelaku ialah pria berinisial MY, yang berusia 34 tahun. Pelaku diringkus tim gabungan Polres Metro Jakarta Selatan, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri.
Pelaku diamankan di rumahnya tanpa perlawanan. Selain pelaku, polisi juga mengamankan ponsel merek Oppo yang diduga digunakan untuk mengirim pesan ancaman.
Adapun hasil sterilisasi 16 ruangan sekolah, dipastikan tak ditemukan bahan peledak.
Dalam video penangkapan, pelaku mengenakan singlet putih serta celana panjang abu-abu. Polisi sempat meminta MY mengaktifkan kembali nomor WhatsApp yang diduga digunakan untuk mengirim ancaman bom.
Sementara pada foto yang didapat, terlihat jelas wajah pelaku. Pelaku mengenakan kaos merah, dengan tangan terikat kabel ties merah.
Terlihat MY yang diajak bicara oleh salah seorang polisi. Sementara polisi lainnya seperti tengah mencatat percakapan tersebut menggunakan ponselnya.
Nampak polisi dan pelaku berada di ruangan di mana terdapat tempat tidur. Ada juga sebuah boneka di atas kasur.
MY sendiri akhir dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Selatan dengan mengenakan kaus merah, celana panjang abu-abu, masker yang menutupi wajah, dan kedua tangan terikat kabel ties berwarna merah.
Penangkapan MY dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin bersama Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah
Menurut Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino de Tech, MY ditangkap sekitar pukul 12.20 WIB di Gang Kidan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.
Pelaku berprofesi sebagai wiraswasta, serta tinggal tak jauh dari lokasi SDN Srengseng Sawah 15. Sejauh ini polisi masih mendalami motif MY mengirimkan ancaman bom ke sekolah tersebut.
Pelaku (kaus merah) teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Istimewa)