Mendes Yandri Minta Kepala Desa Peserta Studi ke China Terapkan Ilmu untuk Majukan Desa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jul 2026, 20:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meminta 25 kepala desa yang mengikuti program studi ke China agar menerapkan berbagai pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh selama di sana. Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia.

"Saya berharap Bapak Ibu jadi kiblat bagi desa-desa yang gak berangkat. Dan selama di sana sudah punya rencana, nanti kalau pulang saya mau bikin ini misalnya. Kita ada program SEHATI, swasembada ekonomi hijau. Nah tadi banyak tuh cakupannya ekonomi hijau itu. Bisa untuk kawasan industri, bisa trading carbon," katanya di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Yandri menekankan pentingnya para kepala desa memanfaatkan kesempatan belajar tersebut secara maksimal. Ia berharap para peserta dapat memperluas wawasan, mengadopsi praktik terbaik yang diterapkan di desa-desa China, serta menjadi teladan dalam mendorong pembangunan desa di Indonesia.

Ia menilai pengalaman tersebut dapat memperkuat visi kepemimpinan para kepala desa sehingga mampu melahirkan program pembangunan yang lebih efektif dan menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca JugaMendes Sebut Skema Ekspor Langsung dari Desa Bisa Dongkrak Pendapatan Warga hingga 30 Persen

Selama berada di China, para peserta juga akan mempelajari secara langsung bagaimana desa-desa di negara tersebut berkembang melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah desa, dan pemanfaatan teknologi.

"Saya berharap teman-teman ini sudah punya program, nanti kalau proposalnya bagus ke Kemendes, kita bantu desanya Bapak Ibu. Biar nanti ada hasilnya," katanya.

Selain mempelajari tata kelola pembangunan desa, Yandri mengatakan para kepala desa juga akan memperoleh pengalaman mengenai pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang lebih modern, mulai dari sektor pertanian hingga pengembangan kawasan pariwisata terpadu.

Menurutnya, peserta juga dapat mempelajari cara desa-desa di China menjaga kelestarian budaya sekaligus mengembangkannya menjadi potensi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca JugaMendes Siapkan Pembaruan Jaga Desa untuk Perkuat Pengawasan dan Pengembangan Ekonomi Desa

"Ilmu yang Bapak Ibu tempa di Tiongkok itu, kita afirmasi dengan program di Kemendes, Bapak Ibu harusnya lebih sukses. Lebih berhasil, lebih adaptif, dari pada yang gak berangkat," katanya.

(Sumber: Antara)

 
 
 
x|close