Ntvnews.id, Taheran - Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran pada Kamis malam waktu setempat. Kali ini, sasaran serangan meliputi bandara, stasiun kereta api di Kota Bandar Abbas, serta dua jembatan di Provinsi Hormozgan yang berada di dekat Selat Hormuz.
Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan sedikitnya tiga ledakan terdengar di sekitar bandara Iranshahr di wilayah tenggara negara itu.
"Tiga ledakan terdengar di sekitar bandara dan setidaknya satu proyektil musuh Amerika menghantam bandara Iranshahr," demikian laporan IRIB melalui Telegram, seperti dikutip dari AFP, Jumat, 17 Juli 2026.
Sementara itu, kantor berita Mehr melaporkan Stasiun Persimpangan Kereta Api Bandar Abbas juga menjadi target serangan militer AS.
"Beberapa menit yang lalu, Stasiun Persimpangan Kereta Api Bandar Abbas menjadi sasaran musuh Amerika. Menurut laporan ini, dua warga Iran terluka dalam serangan itu," tulis Mehr melalui Telegram.
Selain itu, laporan resmi yang dikutip IRNA menyebut dua jembatan di Provinsi Hormozgan turut menjadi sasaran serangan udara. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: AS Kembali Blokade Laut untuk Kapal yang Terhubung dengan Iran di Selat Hormuz
Sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukannya kembali melancarkan gelombang serangan terhadap Iran. Operasi terbaru itu menandai malam kelima berturut-turut Washington menggempur wilayah Iran.
"Pada pukul 14.00 zona waktu timur hari ini, pasukan AS mulai melakukan gelombang serangan baru terhadap Iran untuk malam kelima berturut-turut untuk lebih melemahkan kemampuan militer Iran," demikian pernyataan CENTCOM, sebagaimana dikutip Anadolu Agency.
Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir, terutama terkait situasi di Selat Hormuz. Kedua negara terus terlibat aksi saling serang meski sebelumnya telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perdamaian.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer terbaru dilakukan karena Iran dianggap melanggar isi nota kesepahaman tersebut.
"karena Iran melanggar nota kesepahaman yang telah kita sepakati dengan mereka."
Secara spesifik, dalam nota kesepahaman yang mereka tandatangani, mereka dilarang menembak kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz, dan sayangnya, mereka telah membuat keputusan tragis untuk melakukan hal itu," katanya.
Ilustrasi - Selat Hormuz (Antara)