Ntvnews.id, Taipei - Taiwan menyampaikan protes keras terhadap keputusan Papua Nugini (PNG) yang menutup kantor perwakilannya di Port Moresby. Di sisi lain, China menyatakan dukungannya atas langkah yang diambil pemerintah Papua Nugini tersebut.
China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan secara konsisten menolak keterlibatan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu dalam organisasi internasional maupun hubungan resmi dengan negara lain.
Meski menjalin hubungan diplomatik dengan Beijing, Papua Nugini sebelumnya tetap mengizinkan Taiwan mengoperasikan kantor perwakilan di ibu kotanya, Port Moresby.
Dilansir dari AFP, Senin, 20 Juli 2026, menanggapi keputusan tersebut, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan keberatan karena penutupan dilakukan tanpa pemberitahuan atau konsultasi terlebih dahulu.
"Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes keras terhadap (keputusan) ini, yang diambil tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan pihak kami," kata Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam sebuah pernyataan.
Taiwan juga menegaskan bahwa kantor perwakilannya tetap akan menjalankan aktivitas seperti biasa sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.
Baca Juga: Taiwan Buka Kanal Intelijen untuk Warga China, Beijing Ancam Lakukan Balasan
"Kantor perwakilan kami di Papua Nugini akan terus beroperasi seperti biasa dan, sesuai dengan peraturan yang relevan, melindungi kepentingan nasional kami dan menyediakan layanan yang diperlukan kepada warga negara kami," tambah pernyataan itu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Papua Nugini Justin Tkatchenko melalui akun Facebook resminya mengumumkan penghentian operasional dan penutupan resmi Kantor Ekonomi Taipei.
Dalam pernyataan yang diterbitkan pada 15 Juli, pemerintah Papua Nugini menyebut kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen terhadap prinsip One-China Policy yang menjadi dasar hubungan diplomatik negara tersebut dengan Beijing.
Kepada AFP, Tkatchenko mengungkapkan bahwa pemerintah Taiwan sebenarnya telah menerima pemberitahuan mengenai keputusan tersebut beberapa pekan sebelumnya. Ia juga memastikan penutupan kantor itu tidak akan memengaruhi kerja sama bisnis antara CPC Corporation Taiwan dengan proyek ekspor gas alam cair PNG LNG.
Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa memegang bendera nasional Taiwan saat bendera AS berkibar di latar belakang selama demonstrasi untuk merayakan Hari Nasional Taiwan di Tsim Sha Tsui, Hong Kong, China (10/10/2019). (ANTARA/REUTERS/Athit Perawongmet (Antara)
"Kantor itu tidak memengaruhi bisnis dan kontrak mereka. Kantor itu tidak melakukan apa pun," kata Tkatchenko.
Pemerintah China kemudian menyambut baik langkah Papua Nugini tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyatakan Beijing menghargai keputusan Port Moresby dan siap memperkuat hubungan bilateral.
"China siap untuk terus mendukung Papua Nugini secara tegas dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti masing-masing negara dan untuk bekerja sama dalam memajukan kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara," kata Lin Jian dalam konferensi pers rutin.
Sebagai respons, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan telah berkomunikasi dengan sejumlah negara yang memiliki pandangan serupa guna memperoleh dukungan dari komunitas internasional. Taipei juga tengah mempertimbangkan berbagai langkah lanjutan sebagai respons atas keputusan pemerintah Papua Nugini tersebut.
China Taiwan (Istimewa)