Ntvnews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan 177 topik riset yang akan menjadi landasan dalam mendukung penyusunan kebijakan nasional pada 2026.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan seluruh topik tersebut disusun berdasarkan kebutuhan kementerian yang dihimpun melalui forum bersama para sekretaris jenderal kementerian. Forum itu bertujuan mengidentifikasi berbagai kebutuhan riset yang diperlukan dalam proses perumusan kebijakan.
"Pada 2026 kami sudah memiliki 177 topik riset kebijakan pembangunan. Topik ini kami dapatkan melalui forum bersama seluruh sekretaris jenderal kementerian untuk menyampaikan kebutuhan riset yang diperlukan, sehingga riset kebijakan yang kami lakukan berbasis kebutuhan kementerian," katanya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 18 Juli 2026.
Meski demikian, Arif menilai kebutuhan yang diajukan kementerian belum tentu sepenuhnya menjawab persoalan yang bersifat mendasar. Oleh sebab itu, BRIN juga membuka ruang bagi Komisi X DPR RI untuk memberikan masukan agar hasil riset yang disusun semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Menteri PANRB Dorong Penguatan Kelembagaan BRIN untuk Percepat Riset Nasional
Selain menyiapkan riset kebijakan, BRIN juga memperkuat pengembangan riset di bidang olahraga melalui pembentukan Organisasi Riset Olahraga dan peningkatan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi.
Menurut Arif, langkah tersebut diharapkan dapat mendorong kemajuan olahraga nasional yang didukung oleh penelitian ilmiah.
"BRIN sedang melakukan pendirian Organisasi Riset Olahraga dan kami perkuat dengan Pusat Kolaborasi Riset dengan perguruan tinggi, sehingga nantinya keolahragaan kita ke depan akan berbasis pada sains," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen BRIN dalam memperkuat riset sebagai dasar penyusunan kebijakan publik.
Baca Juga: Kepala BRIN Ingatkan Ilmuwan Bijak dalam Menyampaikan Informasi
Ia berharap BRIN terus memperkuat perannya sebagai rujukan utama dalam penyusunan kebijakan berbasis riset, inovasi, dan data, sekaligus menjadi lembaga pemikir (think tank) yang dapat dimanfaatkan oleh DPR maupun berbagai kementerian dan lembaga.
"Karena cita-cita kami adalah BRIN menjadi think tank tidak hanya untuk legislatif, tapi juga pastinya untuk berbagai kementerian dan lembaga lain,” ujar Hetifah.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. (Antara)