Anwar Ibrahim Pastikan Investasi KWAP di eFishery Sudah Melalui Kajian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jul 2026, 15:05
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim memberikan penjelasan di Parlemen Malaysia, Senin, 20 Juli 2026. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim memberikan penjelasan di Parlemen Malaysia, Senin, 20 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menjelaskan investasi lembaga dana pensiun pegawai negeri sipil Malaysia, Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), di perusahaan rintisan teknologi budidaya ikan asal Indonesia eFishery telah melalui proses kajian.

"Pertanyaannya, apakah tidak diteliti? Jawabannya, dari panel investasi, investasi itu sudah diteliti," kata Anwar di hadapan parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Senin, 20 Juli 2026.

Anwar yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Malaysia menyampaikan pernyataan tersebut terkait kerugian KWAP setelah berinvestasi di eFishery sebesar 163,4 juta ringgit atau sekitar Rp718 miliar.

Kasus tersebut mencuat setelah manajemen eFishery diduga melakukan manipulasi laporan keuangan yang menyebabkan kerugian bagi sejumlah investor, termasuk KWAP.

Baca JugaAnwar Ibrahim Soroti Skandal eFishery Usai Rugikan Dana Pensiun PNS

Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian publik di Malaysia dan Indonesia. Sejumlah pihak, termasuk kalangan politisi dari kedua negara, turut menyoroti kasus investasi tersebut.

Anwar mengatakan keputusan investasi KWAP dilakukan melalui mekanisme internal yang melibatkan jajaran pengarah, panel investasi, dan komite investasi. Menurutnya, setiap investasi telah melewati proses uji tuntas serta kajian dari para profesional.

Ia menegaskan keputusan investasi KWAP tidak membutuhkan persetujuan dari Kementerian Keuangan Malaysia karena lembaga tersebut memiliki struktur pengelolaan investasi sendiri.

Dalam perkembangan kasus eFishery, Anwar menyebut adanya dugaan penipuan yang dilakukan secara terencana oleh manajemen perusahaan. Kasus tersebut kini telah masuk proses hukum.

Baca JugaPM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Bahas Geopolitik dan Dampak Konflik Global Bersama Prabowo

Kepada parlemen Malaysia, Anwar menjelaskan KWAP bukan satu-satunya investor yang mengalami kerugian akibat investasi di eFishery.

Selain KWAP, sejumlah lembaga investasi dari Eropa, Abu Dhabi, Singapura, dan Indonesia juga disebut mengalami kerugian setelah menanamkan modal di perusahaan tersebut.

"Itu semua investasinya lebih besar dari KWAP. Jadi, mereka semua terperdaya," kata Anwar.

Anwar meminta parlemen Malaysia melihat kinerja KWAP secara menyeluruh. Ia menyebut keuntungan yang diperoleh KWAP dari investasi lain masih lebih besar dibandingkan kerugian akibat kasus eFishery.

KWAP juga tidak hanya berinvestasi di eFishery, tetapi memiliki portofolio investasi lain termasuk perusahaan rintisan asal Malaysia yang memberikan keuntungan bagi lembaga tersebut.

"Jadi harus melihat keseluruhan," jelas dia.

Di sisi lain, Anwar mendukung langkah Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) untuk melakukan penyelidikan terkait kemungkinan pelanggaran hukum atau unsur korupsi dalam keputusan investasi KWAP.

Ia meminta jajaran KWAP bersikap terbuka dan bekerja sama dengan SPRM selama proses penyelidikan berlangsung.

"Walaupun jika melihat laporan awal saya tidak percaya ada unsur-unsur rasuah itu, tapi tentu kita harus mengikuti proses dengan bertanggung jawab," ujar Anwar.

(Sumber: Antara)
 
 
 
x|close