Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan peninjauan ulang terhadap data titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan operasionalnya selaras dengan target penerima manfaat, terutama di wilayah yang memiliki angka stunting tinggi.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa pada pelaksanaan sebelumnya pendirian SPPG lebih berfokus pada ketersediaan lokasi pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tanpa mempertimbangkan tingkat kebutuhan gizi di suatu daerah.
"Sehingga tidak ada tuh perhatian terhadap, ini daerah stunting bukan sih, daerah yang perlu disasar tidak sih karena ada kondisi tertutup, tidak. Mereka pokoknya ada SD sekitarnya, ada SMP di sekitarnya, mau gitu. Apalagi ketika titik-titik SPPG itu sudah terlalu banyak, malah ada di lapangan yang berebut," kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari.
"Itu yang sekarang sedang kami sisir lagi datanya," ujar Agustina menambahkan.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 62,7 juta penerima manfaat yang masih dalam proses verifikasi. Data tersebut akan dipilah berdasarkan kategori dan kelompok masyarakat yang dinilai paling membutuhkan bantuan pemenuhan gizi.
Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan BGN Mengkaji Berbagai Alternatif Pelaksanaan MBG
Penataan ulang tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola Program MBG. Langkah pembenahan dilakukan setelah Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program MBG periode 2025-2026.
Sebelumnya, Agustina menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran BGN untuk mengevaluasi kembali sasaran penerima manfaat Program MBG.
Menurutnya, Presiden mengarahkan agar program tersebut lebih mengutamakan kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk warga pada desil ekonomi terbawah serta masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat kerawanan stunting tinggi.
Agustina juga mengatakan Presiden meminta seluruh masukan terkait pelaksanaan Program MBG dipelajari secara menyeluruh sebelum pemerintah menetapkan kebijakan lebih lanjut.
"Beliau mendengarkan semua masukan dari semua peserta rapat yang hadir tadi, ada usulan yang macam-macam," kata Agustina usai menghadap Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026 lalu.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (NTVnews)