Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menargetkan sebanyak 150.000 peserta mengikuti Program Magang Nasional sepanjang 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun 2025 yang melibatkan 102.696 peserta.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan peningkatan target peserta menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
"Target peserta program magang nasional tahun ini yang mencapai 150.000 peserta mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sebagai pembanding, program magang nasional tahun 2025 melibatkan 102.696 peserta," kata Qodari dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Sebagai tahap awal pelaksanaan tahun ini, pemerintah membuka pendaftaran Program Magang Nasional pada Rabu, 15 Juli 2026 hingga Selasa, 28 Juli 2026 dengan menyediakan kuota sebanyak 50.000 peserta.
Baca Juga: Qodari Sebut Komunikasi Publik Penting untuk Perkuat Dukungan Program Prioritas Presiden
"Program magang nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," kata Qodari.
Ia menjelaskan peserta program, khususnya lulusan perguruan tinggi, akan mendapatkan kesempatan menjalani magang selama enam bulan dengan menerima uang saku yang disesuaikan dengan upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten/kota (UMK).
Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta juga memiliki kesempatan memperluas jaringan profesional, memahami lingkungan kerja, serta meningkatkan peluang untuk direkrut oleh perusahaan tempat mereka mengikuti program magang.
"Dengan demikian, generasi muda Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga lebih siap memasuki dunia kerja dengan percaya diri," ujarnya.
Baca Juga: Qodari Ungkap Buku Presiden Solusi Dokumentasikan Realisasi Janji Kampanye Prabowo
Berdasarkan hasil evaluasi Program Magang Nasional gelombang pertama dan kedua tahun 2025 yang melibatkan 65.245 peserta serta 7.217 mentor, hampir 98,5 persen peserta tercatat mengalami peningkatan kompetensi teknis.
Selain itu, evaluasi tersebut menunjukkan lebih dari 84 persen peserta merasa puas atau sangat puas terhadap pelaksanaan program.
Tingkat kepuasan serupa juga disampaikan oleh mentor dan perusahaan. Sekitar 84 persen pihak tersebut menyatakan puas atau sangat puas terhadap kemampuan peserta dalam mempelajari dan menyerap pengetahuan selama masa pemagangan.
Dari sisi manfaat ekonomi, lebih dari 97 persen peserta menilai uang saku yang diterima selama mengikuti program setidaknya membantu kondisi ekonomi mereka maupun keluarga.
Sementara itu, sekitar 30 persen peserta mendapatkan tawaran pekerjaan setelah menyelesaikan program pemagangan.
Qodari menegaskan pemerintah menjadikan pembangunan SDM sebagai strategi utama untuk menghadapi persaingan global. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia.
"Bagi pemerintah, pembangunan sumber daya manusia merupakan strategi utama untuk memenangkan persaingan global. Karena itu, pemerintah tidak hanya berupaya membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang semakin kuat," ucapnya.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam Konferensi Pers di Kantor Bakom RI, di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. (Antara)