Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari menegaskan proyek pembangunan ladang gas alam cair (LNG) di Cekungan Abadi, Blok Masela, Maluku, merupakan investasi strategis yang akan berperan penting bagi masa depan Indonesia.
Menurut Qodari, dimulainya pembangunan proyek tersebut melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada pekan lalu menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
"Blok Masela adalah investasi strategis untuk masa depan Indonesia. Ini adalah langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membangun fondasi menuju swasembada energi. Ketahanan energi bukan hanya soal memiliki sumber daya alam yang melimpah, yang lebih penting adalah memastikan masyarakat dan dunia usaha memiliki pasokan energi yang andal, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang," kata Muhammad Qodari sebagaimana dikutip dari siaran resmi Bakom RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, Blok Masela merupakan salah satu kawasan dengan cadangan gas terbesar di Indonesia. Potensi cadangan gas di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 18,54 triliun kaki kubik.
Baca juga: Bahlil: Investasi Proyek LNG Abadi Masela Capai 21 Miliar Dolar AS
"Nantinya, proyek ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 9,5 juta ton gas alam cair setiap tahun," sambung Qodari.
Lebih lanjut, Qodari mengatakan produksi gas alam dari Blok Masela akan menjadi salah satu penopang utama dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Dengan pasokan energi yang semakin terjamin, dunia usaha dinilai akan memperoleh kepastian untuk berkembang, biaya produksi menjadi lebih efisien, serta program hilirisasi di berbagai sektor industri dapat berjalan semakin optimal.
Selain memberikan manfaat di sektor energi, Qodari menilai pembangunan Blok Masela juga akan memberikan dampak ekonomi yang luas, terutama bagi kawasan Indonesia Timur.
"Proyek ini akan menjadi penggerak ekonomi, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Kehadirannya akan mendorong investasi baru, meningkatkan penerimaan negara, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta memperluas kesempatan bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan keterampilan, dan mengambil bagian dalam berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar proyek," ujar Qodari.
Baca Juga: Bakom: E-Commerce Wajib Prioritaskan Produk Lokal untuk Perkuat Daya Saing UMKM
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), investasi untuk pembangunan Blok Masela diperkirakan mencapai 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp352 triliun. Proyek strategis nasional tersebut juga diproyeksikan memberikan penerimaan langsung sebesar 37,8 miliar dolar AS, ditambah potensi penerimaan pajak tidak langsung senilai 6,43 miliar dolar AS.
Dari sisi ketenagakerjaan, proyek ini diperkirakan mampu menyerap hingga 12.000 tenaga kerja langsung selama tahap konstruksi. Setelah mulai beroperasi, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan diperkirakan berkisar antara 800 hingga 1.000 orang.
"Pemerintah memastikan semua tenaga kerja yang terlibat diutamakan dari warga lokal. Kesempatan ini diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan wilayah Indonesia Timur secara umum," kata Qodari.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Komunikasi (Ka Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari memberikan informasi terbaru mengenai program-program strategis pemerintah dalam tayangan video yang diakses dari Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026 (Antara)