AHY Bahas Relokasi Kapal Ikan dari Pelabuhan Benoa untuk Pengembangan Marina Internasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jul 2026, 20:13
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membahas relokasi kapal ikan Pelabuhan Benoa ke PPN Pengambengan, di Denpasar, Bali, Selasa, 21 Juli 2026. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membahas relokasi kapal ikan Pelabuhan Benoa ke PPN Pengambengan, di Denpasar, Bali, Selasa, 21 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Denpasar - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan rencana relokasi ratusan kapal ikan dari Pelabuhan Benoa, Bali, sebagai bagian dari pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) menjadi marina bertaraf internasional.

AHY mengatakan rencana tersebut disampaikan oleh PT Pelindo yang saat ini mengawal proses pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa.

“Tadi saya mendapatkan penjelasan dari Pelindo yang saat ini mengawal proses pengembangan Pelabuhan Benoa, salah satu yang harus dilakukan adalah relokasi dan penataan kapal-kapal perikanan yang ada di sebelah sana,” ujar AHY sambil menunjuk ratusan kapal ikan di kawasan tersebut saat meninjau lokasi pengembangan BMTH di Denpasar, Selasa, 21 Juli 2026.

Ia menjelaskan kapal-kapal perikanan nantinya akan dipindahkan ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana.

Baca JugaMenko AHY Susun Pembagian Peran Kementerian dan Lembaga untuk Percepat Pembangunan Bali

Pengembangan marina tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2028 dan diproyeksikan menjadi pusat wisata bahari baru yang mampu menarik wisatawan pecinta kapal pesiar maupun kapal layar mewah.

“Direncanakan 2028, akhir 2028 akan benar-benar operasional secara keseluruhan, namun tahapan-tahapannya dimulai dari tempat kita berdiri ini, dan nanti akan terus dilakukan penataan secara profesional dan juga memenuhi asas-asas keberlanjutan,” ujarnya pula.

Meski kawasan Pelabuhan Benoa akan dikembangkan menjadi marina internasional, AHY menegaskan pembangunan tersebut harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan budaya Bali.

“Kita ingin menjaga alam Bali, menjaga budaya Bali, jadi pengembangan ini juga harus benar-benar memenuhi standar keberlanjutan, kita juga harus terus mendengar apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang ada di sini,” ujar dia.

Baca JugaMenko AHY Tawarkan Kerja Sama Maritim, Logistik, dan Perkeretaapian Indonesia-Rusia

Menurut AHY, pengembangan BMTH juga harus selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar dapat menjadi pusat baru wisata bahari di Indonesia.

“Dan mengapa tidak kalau visinya ini menjadi salah satu yang terbesar dan terbaik di Asia Tenggara, karena Indonesia sudah sepatutnya sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar menjadi hub, menjadi daya tarik wisata bahari yang mendunia,” kata AHY lagi.

Sementara itu, Kepala PPN Pengambengan Kartono mengatakan lebih dari 700 kapal ikan akan dipindahkan secara bertahap ke Jembrana.

“Sesuai dengan rencana di akhir bulan ini kontraknya, kemudian groundbreaking ini nanti di minggu ketiga bulan Agustus, kemudian untuk memindahkan kapal yang ada di sini sesuai dengan rencana juga nanti di 2027, seiring dengan fasilitas yang terbangun sudah siap,” kata dia.

Kartono menjelaskan seluruh kapal beserta kantor perusahaan perikanan ditargetkan telah berpindah ke PPN Pengambengan saat marina mulai beroperasi.

Ia juga memastikan proses sosialisasi kepada pemilik perusahaan maupun nelayan telah dilakukan sejak lama dan mendapat respons positif. Menurutnya, yang dipindahkan hanya fasilitas pelabuhan, sedangkan wilayah penangkapan ikan tetap tidak berubah.

(Sumber: Antara)
 
 
x|close