Ntvnews.id, Jakarta - Istana Kepresidenan dalam hal ini Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan penjelasan terkait perubahan tata letak kursi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak lagi berada sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, 21 Juli 2026.
Dalam sidang tersebut, posisi Gibran ditempatkan di sisi kanan depan Presiden Prabowo, sejajar dengan kursi sejumlah menteri, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Susunan tempat duduk itu berbeda dibandingkan Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung pada 13 Maret 2026 di lokasi yang sama. Saat itu, Gibran duduk berdampingan dengan Prabowo di sisi kiri presiden.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan perubahan posisi kursi Wakil Presiden semata-mata didasarkan pada kebutuhan teknis penyelenggaraan sidang.
Baca Juga: AHY Dorong Pengembangan Marina Bali untuk Tarik Wisatawan Kelas Atas
"Kalau yang dipertanyakan adalah posisi Bapak Wakil Presiden, menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo Hadi kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Prasetyo menjelaskan, dalam sidang tersebut Presiden Prabowo memaparkan berbagai capaian pemerintahan selama sekitar 20 hingga 21 bulan memimpin. Karena menggunakan teleprompter untuk menyampaikan paparan yang berisi banyak data dan informasi, posisi duduk Presiden disesuaikan dengan menempatkannya di bagian tengah ruangan agar penyampaian materi lebih efektif.
Ia menegaskan, perubahan tata letak kursi tidak memiliki makna lain selain alasan teknis dan tidak mencerminkan adanya perubahan hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.
Prasetyo juga membantah anggapan bahwa posisi duduk tersebut menunjukkan ketidakharmonisan antara Prabowo dan Gibran. Menurutnya, hubungan keduanya tetap solid dan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih tetap fokus menjalankan agenda pemerintahan.
"Tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi sekarang sedang kompak-kompaknya. Semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi arahan Bapak Presiden, menjalankan program kerja dan prioritas nasional semata-mata untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Prasetyo.
Ia menambahkan, pemerintah menyadari masih banyak persoalan yang harus diselesaikan sehingga seluruh jajaran kabinet tetap berkonsentrasi pada pelaksanaan program prioritas.
"Dan tentu kita menyadari masih banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat maupun bangsa ini. Jadi tidak ada sama sekali," pungkasnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)