Kapal Feri Tenggelam, 41 Penumpang Dilaporkan Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 05:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Kapal Tenggelam Ilustrasi Kapal Tenggelam (IG: @sampitvgram)

Ntvnews.id, Georgetown - Sedikitnya 41 orang meninggal dunia setelah sebuah kapal feri terbalik di lepas pantai Guyana pada akhir pekan lalu. Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan karena puluhan penumpang lainnya dilaporkan belum ditemukan.

Dilansir dari AFP, Rabu, 22 Juli 2026, kapal MV Barima sedang berlayar dari ibu kota Georgetown menuju Port Kaituma di wilayah pedalaman Essequibo ketika mengalami kecelakaan dan terbalik pada Sabtu, 18 Juli 2026 malam.

Tim penyelamat mulai melakukan operasi pencarian secara intensif sejak Minggu pagi. Sejauh ini, sebanyak 77 orang berhasil diselamatkan, sementara sejumlah penumpang lainnya masih dinyatakan hilang.

"Total 41 jenazah kini telah ditemukan," demikian bunyi laporan pemerintah setempat.

"Penemuan jenazah pertama hari ini dilakukan pada pukul 10.15 pagi (14.15 GMT), dan 14 jenazah telah dievakuasi hingga pukul 13.00 hari Selasa," tambahnya.

Menteri Pekerjaan Umum Guyana Juan Edghill mengatakan sempat terjadi kebingungan mengenai jumlah penumpang akibat data manifes yang tidak akurat. Dalam dokumen tersebut hanya tercatat 133 orang berada di atas kapal.

Namun, Perdana Menteri Guyana Mark Phillips menyatakan pihaknya meyakini kapal tersebut sebenarnya mengangkut 179 orang saat kecelakaan terjadi.

Baca Juga: VIDEO : 3 Kapal Terbakar di Muara Angke

"Dua awak kapal feri yang sudah tua itu dinyatakan positif menggunakan ganja setelah insiden tersebut," kata Mark kepada wartawan pada Minggu, seraya menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

Menurut data dari situs pelayaran VesselFinder, MV Barima merupakan kapal yang dibangun pada 1939.

Kapal itu memulai pelayaran pada sore hari, sementara sinyal darurat baru diterima sekitar delapan jam setelah keberangkatan.

Dalam rute normalnya, kapal feri melintasi perairan laut sebelum memasuki jalur sungai menuju Port Kaituma, sebuah kawasan yang berada jauh di dalam hutan hujan Guyana.

x|close