Delegasi Eropa Kunjungi Minahasa Utara, Perkuat Kolaborasi Pelestarian Keanekaragaman Laut dan Ekonomi Biru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 12:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tim Eropa yang terdiri atas duta besar dan pejabat tinggi kedutaan besar Belanda, Austria, Prancis, Spanyol, Bulgaria, Lithuania, Belgia, Portugal, Republik Ceko, Irlandia, Denmark, Finlandia, serta Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengunjungi lokasi program Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries in the Coral Triangle (Dukungan terhadap Keanekaragaman Laut dan Perikanan Pesisir di Segitiga Terumbu Karang) Tim Eropa yang terdiri atas duta besar dan pejabat tinggi kedutaan besar Belanda, Austria, Prancis, Spanyol, Bulgaria, Lithuania, Belgia, Portugal, Republik Ceko, Irlandia, Denmark, Finlandia, serta Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengunjungi lokasi program Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries in the Coral Triangle (Dukungan terhadap Keanekaragaman Laut dan Perikanan Pesisir di Segitiga Terumbu Karang) (Istimewa)

Ntvnews.id, Minahasa Utara - Tim Eropa yang terdiri atas duta besar dan pejabat tinggi kedutaan besar Belanda, Austria, Prancis, Spanyol, Bulgaria, Lithuania, Belgia, Portugal, Republik Ceko, Irlandia, Denmark, Finlandia, serta Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengunjungi lokasi program Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries in the Coral Triangle (Dukungan terhadap Keanekaragaman Laut dan Perikanan Pesisir di Segitiga Terumbu Karang).

Program kerja sama dengan Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) yang dilaksanakan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara ini didanai Uni Eropa melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW), bekerja sama dengan Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Program.

Program tersebut dibangun di atas inisiatif terpisah namun saling melengkapi yang didanai oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir Federasi Jerman (BMUKN), yang mencakup wilayah Sulawesi Utara, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat. Kolaborasi ini mencerminkan aksi bersama Uni Eropa beserta negara-negara anggotanya dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati dan pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan di Indonesia.

Indonesia berada di jantung Coral Triangle (Segitiga Terumbu Karang), kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa Utara, menjadi salah satu lanskap utama program karena memiliki ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove yang penting. Selain berfungsi sebagai kawasan penyangga Taman Nasional Bunaken dalam menjaga kelestarian ekosistem laut, wilayah ini juga menopang ketahanan pangan dan mata pencaharian ribuan masyarakat pesisir.

Baca Juga: Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Saya Bangga Angkatan Ini Terlibat Langsung Penanganan Bencana

Dalam kunjungan tersebut, Delegasi Eropa bersama Pemerintah Indonesia meninjau kawasan konservasi laut dan berdialog langsung dengan masyarakat dari Desa Gangga Dua, Bahoi, Lihunu, Tarabitan, Bulutui, dan Galo-Galo. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi delegasi untuk melihat secara langsung berbagai capaian hasil kolaborasi antara pemerintah, mitra internasional, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus memperkuat ekonomi pesisir.

"Indonesia memiliki peran penting bagi dunia karena menjadi rumah bagi salah satu ekosistem laut terkaya yang dimiliki bumi ini. Lewat strategi Global Gateway, Uni Eropa turut mendukung upaya pemulihan terumbu karang, penguatan sektor perikanan, dan penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir, termasuk di Minahasa Utara. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa menjaga kelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi.

Tim Eropa yang terdiri atas duta besar dan pejabat tinggi kedutaan besar Belanda, Austria, Prancis, Spanyol, Bulgaria, Lithuania, Belgia, Portugal, Republik Ceko, Irlandia, Denmark, Finlandia, serta Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengunjungi lokasi program Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries in the Coral Triangle (Dukungan terhadap Keanekaragaman Laut dan Perikanan Pesisir di Segitiga Terumbu Karang) <b>(Istimewa)</b> Tim Eropa yang terdiri atas duta besar dan pejabat tinggi kedutaan besar Belanda, Austria, Prancis, Spanyol, Bulgaria, Lithuania, Belgia, Portugal, Republik Ceko, Irlandia, Denmark, Finlandia, serta Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengunjungi lokasi program Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries in the Coral Triangle (Dukungan terhadap Keanekaragaman Laut dan Perikanan Pesisir di Segitiga Terumbu Karang) (Istimewa)

Sejak 2019, dua program yang didukung Uni Eropa dan BMUKN Jerman serta dikelola WCS Indonesia di bawah pengawasan KfW telah berjalan untuk memperkuat pengelolaan kawasan konservasi perairan, tata kelola perikanan berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Program ini juga memperluas cakupan perlindungan ekosistem laut dan perikanan pesisir di Indonesia, Filipina, serta kawasan Segitiga Terumbu Karang secara lebih luas.

Mewakili Direktur Jenderal KSDAE, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE Nandang Prihadi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat.

"Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Uni Eropa, KfW German Development Bank, WCS, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kami berharap kunjungan lapangan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus memperlihatkan praktik-praktik terbaik pengelolaan kawasan konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara.” jelasnya.

Program ini telah memberikan dampak nyata terhadap aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial di Sulawesi Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, serta Aceh.

Program mendukung pembentukan dan penguatan pengelolaan 21 kawasan konservasi perairan dengan total luas 1.631.572 hektare Kawasan tersebut mencakup:

- 16.613 hektare terumbu karang;
- 14.318 hektare mangrove; dan
- 10.582 hektare padang lamun.

Empat kawasan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem berhasil menjaga kesehatan stok 27 spesies ikan utama, termasuk kakap, kerapu, dan ikan pelagis kecil yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Di Desa Gangga Dua, penerapan penutupan musiman perikanan bagan yang disepakati bersama nelayan meningkatkan pendapatan nelayan dari sekitar Rp20 juta menjadi Rp48 juta per musim.

Sebanyak 29 Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan 19 komunitas pesisir kini menjalankan berbagai usaha berbasis konservasi, termasuk pengolahan hasil laut.

Salah satu contohnya adalah Poklahsar Kalkop di Desa Bulutui yang mengembangkan produksi bakso ikan dan keripik pisang, sehingga meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi perempuan pesisir.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Bahoi dan Lihunu berhasil mengembangkan paket wisata snorkeling, homestay, hingga jasa pemandu wisata.

Desa Lihunu bahkan dinobatkan sebagai salah satu dari 500 Desa Wisata Terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) oleh Kementerian Pariwisata pada April 2024.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah berkomitmen mengembangkan skema pembiayaan berbasis kinerja melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) guna mendukung pengelolaan kawasan konservasi dan perikanan secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan jangka pendek.

Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 5.752 penerima manfaat langsung dan sekitar 24.542 penerima manfaat tidak langsung di Sulawesi Utara dan Maluku Utara melalui peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pengembangan mata pencaharian berkelanjutan.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. turut menyampaikan apresiasi kepada Delegasi Uni Eropa.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya menyambut baik dan menyampaikan selamat datang di Bumi Nyiur Melambai. Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi kami, karena menegaskan kuatnya sinergi internasional dalam mendukung agenda keberlanjutan global di daerah kami. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Delegasi Uni Eropa, Pemerintah Pusat, KfW, dan WCS atas dedikasi dan kolaborasinya untuk Sulawesi Utara," ujar Gubernur Yulius.

Delegasi Uni Eropa bersama para pemangku kepentingan menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum untuk memperluas dukungan dari masyarakat, lembaga filantropi, dan sektor swasta dalam memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan, pengembangan blue economy, serta pariwisata berbasis alam.

Dukungan tersebut diharapkan mampu memastikan keanekaragaman hayati laut tetap menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi biru Indonesia yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

x|close