NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa sektor pariwisata Jakarta terus menunjukkan tren positif. Peningkatan jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, menjadi indikator bahwa Ibu Kota kini semakin diminati sebagai destinasi wisata, tidak hanya sebagai pusat bisnis dan pemerintahan.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk terus memperkuat layanan transportasi publik dan infrastruktur pendukung guna menjaga pertumbuhan sektor pariwisata.
Tambah Pramono, jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Jakarta mencapai 8,82 juta perjalanan. Angka tersebut dinilai sebagai pencapaian yang sangat baik dan menunjukkan meningkatnya daya tarik Jakarta sebagai tujuan wisata.
"Indikator pariwisata juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Hal itu ditandai dengan jumlah wisatawan nusantara mencapai 8,82 juta perjalanan. Bagi Jakarta ini tentunya tinggi," katanya dalam konferensi pers realisasi APBD triwulan II tahun anggaran 2026 di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Selain wisatawan domestik, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jakarta juga mengalami pertumbuhan. Ia menyebut kunjungan wisatawan asing meningkat 8,17 persen hingga mencapai 1,04 juta kunjungan.
Menurutnya, perubahan citra Jakarta menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut. Jika sebelumnya ibu kota lebih dikenal sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas bisnis, kini Jakarta mulai berkembang menjadi destinasi wisata yang menawarkan beragam atraksi, budaya, kuliner, hingga berbagai agenda internasional.
Jakarta Budget Talks Menavigasi APBD Jakarta di Balai Kota DKI, Rabu, 22 Juli 2026. (Ntvnews.id/Adiansyah)
Untuk mempertahankan tren positif tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus mempercepat pembangunan dan integrasi sistem transportasi publik.
Pramono mengatakan, komitmen menghadirkan layanan transportasi yang semakin nyaman melalui pengembangan MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, hingga Transjabodetabek.
"Maka untuk menjaga momentum tersebut, Pemerintah DKI Jakarta terus meningkatkan layanan transportasi publik dan infrastruktur pendukung yang semakin baik dan terintegrasi melalui MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, dan sebagainya," ungkapnya.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian Pemprov DKI adalah pengoperasian LRT Jakarta hingga Manggarai. Ia optimistis jalur yang menghubungkan Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) dengan Manggarai akan mampu meningkatkan jumlah pengguna transportasi publik secara signifikan.
Pada tahap awal operasional, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 50.000 hingga 60.000 orang per hari. Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, angka tersebut ditargetkan terus bertambah hingga 80.000 penumpang setiap hari.
Selain LRT, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI–Kota juga terus menunjukkan perkembangan.
Pramono menjelaskan bahwa pekerjaan konstruksi bawah tanah diperkirakan selesai pada tahun ini. Setelah itu, sejumlah ruas jalan yang selama ini terdampak proyek akan kembali dibuka secara bertahap sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar.
"Kami meyakini bahwa ketika mobilitas ini menjadi lebih baik, mudah-mudahan ini menjadi trigger ekonomi di Jakarta juga menjadi semakin baik karena transportasi adalah salah satu penanda untuk bagaimana Jakarta ekonominya tumbuh dengan baik," tutup Pramono.
Pramono Anung (Youtube Pemprov DKI)