Wihaji Dorong TPK Jadi Penggerak Edukasi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 14:25
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam rapat pengendalian program yang digelar di Kantor Kemendukbangga, Jakarta, pada Selasa, 21 Juli 2026. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam rapat pengendalian program yang digelar di Kantor Kemendukbangga, Jakarta, pada Selasa, 21 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mendorong pemberdayaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memberikan edukasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Wihaji menyampaikan bahwa peran TPK penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi dalam mendukung kualitas keluarga.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG untuk kelompok 3B menjadi salah satu perhatian Kemendukbangga/BKKBN. Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA), terdapat 128.477 TPK yang setiap hari menyalurkan layanan MBG kepada sekitar 9,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

"Kekuatan jaringan TPK bukan hanya menjadi instrumen penyaluran program, melainkan juga berpotensi besar untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat. Kita harus memanfaatkannya dengan baik, misalnya dengan pembekalan TPK terkait program prioritas," ujar Wihaji.

Baca JugaWihaji Minta Menu MBG untuk Balita di Daycare Disesuaikan dengan Usia dan Kebutuhan Gizi

Menurutnya, keberhasilan pembangunan keluarga sangat bergantung pada pelaksanaan program yang tepat sasaran dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN terus mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas.

Sejumlah program yang terus diperkuat mencakup pelayanan keluarga berencana, pengembangan layanan pengasuhan anak melalui Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), serta peningkatan kualitas hidup lanjut usia melalui Program Lansia Berdaya (Sidaya).

Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Kemendukbangga/BKKBN untuk menghadirkan intervensi terpadu dalam pembangunan keluarga pada setiap tahapan kehidupan.

Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga memperkuat dukungan terhadap program prioritas nasional, salah satunya Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu agenda utama Presiden.

Baca JugaMendukbangga Wihaji Tekankan Peran Tim Pendamping Keluarga dalam Percepatan Pencegahan Stunting

Wihaji menyatakan pihaknya siap berkolaborasi melalui berbagai program yang telah dimiliki Kemendukbangga/BKKBN.

"Kita bisa berkolaborasi dengan program Kemendukbangga/BKKBN yang berkenaan dengan sekolah kependudukan, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Generasi Berencana (Genre), dan kesehatan mental," tuturnya.

Wihaji menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan keluarga tidak hanya dilihat dari pencapaian program, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan oleh setiap keluarga Indonesia.

Melalui penguatan kolaborasi dan tata kelola program, Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen memastikan berbagai program prioritas berjalan semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

(Sumber: Antara)
x|close