Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Tak Jadi Investor Tunggal BRT Bandung Raya demi Pemerataan Anggaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 10:17
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di sela groundbreaking proyek BRT Cekungan Bandung di Terminal Leuwipanjang Bandung, Rabu, 22 Juli 2026. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di sela groundbreaking proyek BRT Cekungan Bandung di Terminal Leuwipanjang Bandung, Rabu, 22 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih tidak menjadi investor tunggal dalam proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya agar pemerataan anggaran pembangunan di seluruh kabupaten dan kota tetap terjaga.

Menurut Dedi, APBD Jawa Barat harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di seluruh wilayah, sehingga anggaran tidak boleh hanya terpusat pada satu kawasan meskipun proyek tersebut dinilai memiliki potensi keuntungan yang besar.

"Kita paham anggaran Jabar bukan hanya untuk Kota Bandung, tetapi untuk wilayah se-Jawa Barat. Nanti kalau terfokus semuanya di Kota Bandung, nanti orang Garut enggak kebagian jalan," ujar Dedi Mulyadi usai peresmian pembangunan infrastruktur BRT Bandung Raya di Terminal Leuwipanjang, Bandung.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut juga membuka peluang bagi Pemprov Jawa Barat untuk mempertimbangkan investasi pada proyek transportasi massal di wilayah lain yang membutuhkan penataan sistem transportasi publik. 

Baca JugaMenkop Ferry Juliantono Sebut 30 Ribu KDMP Telah Terbentuk

Dedi mengatakan terdapat dua kawasan yang menjadi prioritas pengembangan berikutnya setelah Bandung Raya, yakni Bogor Raya dan Bekasi Raya.

"Dengan perkembangannya transportasi publik di pusat kota, yang saya lihat ada dua, ada dua episentrum wilayah, satu wilayah Bandung Raya, yang kedua wilayah Bogor Raya dan Bekasi Raya," katanya.

Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta menjadikan transportasi massal yang terintegrasi sebagai solusi penting untuk mengurangi kemacetan sekaligus memenuhi kebutuhan perjalanan warga.

Baca JugaMenkop Bakal Kumpulkan Pengurus KDMP untuk Matangkan Operasional

"Kehadiran transportasi massal yang terintegrasi di Bogor Raya dan Bekasi Raya sangat penting untuk mengurai kemacetan sekaligus melayani tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat," tuturnya.

(Sumber: Antara)
x|close