Hotman Paris: Jujur Aku Takut Lumpuh, Takut Mati

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 11:56
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Hotman Paris Hotman Paris (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya buka suara mengenai kondisi kesehatannya pasca menjalani operasi tulang belakang di Singapura baru-baru ini. Dikenal sosok yang tampil enerjik, Hotman ternyata mengaku berjuang melawan rasa sakit yang hebat selama berbulan-bulan akibat saraf kejepit.

Hotman menceritakan bahwa penderitaannya dimulai sejak bulan Mei dan Juni lalu. Ia mengaku merasakan sakit yang luar biasa setiap kali berjalan atau membawa beban. Sebelum memutuskan untuk naik meja operasi, Hotman telah menempuh berbagai pengobatan alternatif dan medis di dalam negeri.

Baca juga:  Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

"Dua bulan pertama dari mulai bulan Mei, Juni, saya sudah kesakitan terus. Asal jalan sakit, asal ada beban sakit. Saya sudah ke akupuntur, ke dokter di sini juga, ke dr. Tenny dan Prof. Eko," ungkap Hotman Paris, 23 Juli 2026.

Rasa takut sempat menghinggapi pengacara berusia 64 tahun ini. Pada awal Juli, ia sebenarnya sudah sempat terbang ke Singapura, namun nyalinya menciut saat melihat ruang operasi dan mengetahui dirinya harus dibius total.

"Gua nggak berani, akhirnya balik lagi ke Jakarta. Akupuntur lagi, fisioterapi lagi, tapi tetap sakit," ungkapnya.

Karena rasa sakit yang tak kunjung hilang, Hotman akhirnya membulatkan tekad dan kembali ke Singapura pada 8 Juli. Keesokan harinya, subuh-subuh tanggal 9 Juli, ia menjalani operasi tulang belakang.

Meski sempat didera ketakutan akan bius total, Hotman merasa lega karena prosedur operasi ternyata berlangsung singkat, kurang dari satu jam. Namun, ia harus menjalani masa pemulihan intensif di mana kakinya tidak bisa digerakkan selama dua hari total pasca-operasi.

"Langsung sembuh yang di paha sama di betis (saraf kejepitnya). Cuma yang di sini nih (punggung), bekas operasinya masih diperban semua," jelasnya sembari menunjukkan bagian punggungnya yang masih tertutup perban.

Bukan Hotman Paris jika tidak melakukan aksi yang tidak biasa. Meski diminta dokter untuk rawat inap selama empat malam, Hotman memutuskan "kabur" ke hotel pada malam ketiga karena merasa bosan di rumah sakit.

"Malam ketiga saya bosan, saya pindah ke Hilton dua malam, terus hari kelima pulang ke Jakarta," tuturnya.

Sayangnya, pemulihan Hotman tidak berjalan mulus karena ia tidak mengikuti instruksi dokter untuk beristirahat total selama dua minggu. Baru empat hari kembali ke rutinitas, ia kembali merasakan nyeri yang hebat.

Kini, Hotman harus kembali bergantung pada obat pereda nyeri (pain killer) dan dijadwalkan terbang kembali ke Singapura pada Sabtu subuh besok untuk pemeriksaan lanjutan oleh ahli spesialis tulang belakang (spine specialist).

Di balik sosoknya yang tangguh, Hotman secara blak-blakan mengakui adanya ketakutan besar dalam dirinya terkait dampak dari penyakit saraf kejepit ini.

"Jadi aku jujur sebenarnya aku takut lumpuh, takut mati. Kayak gini kan sebenarnya belum tentu lumpuh ya Bu? Tapi aku takut loh," pungkas Hotman kepada dokter yang mendampinginya.

x|close