Menlu Iran: Serangan ke Infrastruktur Negara Akan Dibalas dengan "Mata Ganti Mata"

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 13:04
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat membahas kesepakatan dengan Amerika Serikat serta perkembangan regional dalam pertemuan dengan para duta besar dan perwakilan diplomatik dari negara-negara asing di Teheran, Iran Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat membahas kesepakatan dengan Amerika Serikat serta perkembangan regional dalam pertemuan dengan para duta besar dan perwakilan diplomatik dari negara-negara asing di Teheran, Iran (Antara)

Ntvnews.id, Isatnbul - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa setiap serangan yang menyasar infrastruktur negaranya akan mendapat respons balasan yang keras. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Rabu melalui akun X.

Araghchi juga menekankan bahwa negara mana pun yang memberikan dukungan terhadap serangan tersebut akan diperlakukan sebagai sasaran yang sah oleh Iran.

"Doktrin pertahanan kami jelas, mata ganti mata. Setiap agresi terhadap Iran, termasuk terhadap infrastruktur kami, akan memaksa kami untuk memberikan respons yang kuat dan tegas," kata Araghchi.

Ia menambahkan bahwa pihak mana pun yang terlibat dalam tindakan agresi, termasuk dalam bentuk dukungan apa pun, juga akan dianggap sebagai target yang sah untuk menerima pembalasan dari Iran.

Pernyataan Araghchi muncul beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengingatkan bahwa Washington siap menyerang infrastruktur Iran apabila Teheran menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga: Iran Pamer Senjata Baru di Tengah Memanasnya Ketegangan dengan AS

Trump menyatakan Amerika Serikat akan membalas setiap serangan rudal, drone, maupun bentuk serangan lain terhadap kapal-kapal komersial di jalur strategis tersebut dengan menyerang jembatan atau pembangkit listrik milik Iran.

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf juga telah memperingatkan bahwa apabila Iran tidak lagi dapat menjual minyaknya, maka tidak akan ada negara di kawasan yang mampu melakukan penjualan minyak.

Qalibaf turut menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi seperti sebelum perang. Menurutnya, keamanan di kawasan itu hanya dapat terwujud apabila tidak ada kehadiran pasukan Amerika Serikat.

Baca juga: Konflik AS-Iran Menelan Biaya Fantastis, Ini Jumlahnya

Saling berbalas pernyataan antara pejabat tinggi Iran dan Amerika Serikat tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz setelah perang Iran dan AS. Situasi itu juga dipicu oleh sengketa yang masih berlangsung mengenai pengaturan navigasi serta keamanan di jalur perairan strategis tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close