Pejabat Gayo Lues Mundur Usai Video Flexing Anak Viral, Sebut Demi Jaga Nama Baik Institusi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 14:23
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, dr. H. Nevirizal, Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, dr. H. Nevirizal, (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, dr. H. Nevirizal, mengundurkan diri dari jabatannya setelah video yang memperlihatkan anaknya diduga memamerkan gaya hidup mewah atau flexing viral di media sosial.

Keputusan tersebut mulai berlaku pada Kamis (23/7/2027). Nevirizal menyatakan pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab atas polemik yang muncul akibat perilaku anggota keluarganya yang menjadi sorotan publik.

"Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi," tulis Nevirizal dalam keterangan yang diterima di Meulaboh, Aceh Barat, dikutip dari Antara, Kamis (23/7/2027).

Nevirizal mengatakan surat pengunduran dirinya telah diserahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, di Blangkejeren, ibu kota Kabupaten Gayo Lues. Penyerahan dilakukan kepada wakil bupati karena bupati sedang menjalankan tugas dinas di luar daerah.

Baca Juga: Menkop Ajak UMKM Bergabung dengan Koperasi agar Dapat Akses Pendampingan dan Pembiayaan

Dalam surat tersebut, Nevirizal menjelaskan bahwa pengunduran diri yang diambil merupakan bentuk tanggung jawab moral atas perhatian publik terhadap perilaku anggota keluarganya yang memicu polemik dan berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintah.

Ia mengakui persoalan yang mencuat pada dasarnya merupakan urusan pribadi. Namun, sebagai pejabat publik, dirinya merasa memiliki tanggung jawab etika untuk menjaga integritas sekaligus nama baik lembaga tempatnya mengabdi.

Nevirizal berharap keputusannya melepas jabatan dapat memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan tanpa dibayangi polemik yang berkembang.

"Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban saat ini," lanjutnya.

Melalui surat pengunduran dirinya, Nevirizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, serta seluruh masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas kegaduhan yang sempat terjadi.

x|close